Tawuran Bawa Sabit, Pelajar di Sleman Ditangkap

Foto ilustrasi pecah kaca mobil (Istimewa - Harian Jogja)
02 Mei 2017 20:55 WIB Sleman Share :

Seorang pelajar SMK Seyegan, Fer, 17, diamankan jajaran Polsek Ngaglik. Warga, Ngluwar, Magelang tersebut ditangkap karena membawa sabit

 

Harianjogja.com, SLEMAN– Seorang pelajar SMK Seyegan, Fer, 17, diamankan jajaran http://m.harianjogja.com/?p=813973">Polsek Ngaglik. Warga, Ngluwar, Magelang tersebut ditangkap karena membawa sabit saat terlibat tawuran siswa SMA N 1 Ngaglik, Sleman.

Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi mengatakan, tawuran terjadi di Dusun Jetis, Donolayan, Sardonoharjo, Ngaglik Rabu (27/4/2017). Dalam kejadian tersebut, satu orang siswa mengalami luka lecet di bahu bagian kanan akibat terkena sabetan gir bertali.

Saat tawuran terjadi, warga melerai dan mengamankan seorang pelajar. Melihat ada salah satu pelajar diamankan oleh warga, para pelaku tawuran langsung bubar menyelamatkan diri sendiri. Sedangkan tersangka tidak bisa berkutik karena sudah ditahan oleh warga sebelum diserahkan kepada anggota Polsek Ngaglik yang datang ke lokasi.

"Pelaku yang diamankan warga kemudian digeledah. Petugas menemukan sabit yang disembunyikan di balik jaket di badan bagian depan,” jelas Danang, Selasa (2/5/2017).

Saat ini Fer yang tercatat menjadi  siswa kelas tiga, ditahan untuk menjalani proses pemberkasan tindak pidana. Tersangka akan dijerat dengan undang-undang darurat No 12/1951 tentang kepemilikan dan membawa senjata tajam. Tersangka saat ini dititipkan di Sel Tahanan Anak Mapolsek Sleman.

“Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun,” tandas kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Made Wira Suhendra.

Danang menambahkan, pihaknya meningkatkan pemantauan situasi di setiap sekolah untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan di kalangan pelajar. Pengamanan dilakukan dengan melakukan patroli keliling dan menempatkan anggota tidak berseragam di lokasi.