Pegoperasian Trans Jogja di Jalur Barat Tunggu Gejolak Mereda

dokumen
03 Mei 2017 13:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Dinas Perhubungan DIY dan PT Anindya Mitra Internasional (AMI) selaku operator Trans Jogja akan mengupayakan beroperasinya tiga jalur Trans Jogja yang menyasar sisi barat

 
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perhubungan DIY dan PT Anindya Mitra Internasional (AMI) selaku operator Trans Jogja akan mengupayakan beroperasinya tiga jalurhttp://m.harianjogja.com/?p=811297"> Trans Jogja yang menyasar sisi barat pada bulan Mei 2017 ini.

Meski demikian pengoperasian http://m.harianjogja.com/?p=811314">jalur baru itu baru akan dilaksanakan jika tidak ada gejolak dan http://m.harianjogja.com/?p=808948">dampak sosial yang ditimbulkan. Ketiga jalur yang menyasar Ringroad Barat itu antara lain 6A, 6B dan jalur 8.

Sebelumnya ketiga jalur itu akan dioperasikan pada 10 April 2017 lalu, namun mendapatkan penolakan dari kru angkutan perkotaan. Pemda DIY dan operator menggantinya dengan lebih dahulu mengoperasikan jalur 7, 9 dan 11 yang menyasar tengah kota.

Ketiga jalur ganjil itu perdana mengaspal pada 25 April 2017. Dengan demikian sudah ada 11 jalur dari 17 jalur yang ditargetkan beroperasi per April 2017.

PT AMI pun bertekad untuk kembali menambah jumlah rute yang tersisa. "Bulan [Mei] ini [beroperasi], kami nanti mencoba koordinasi dengan Dishub kapan baiknya [tanggap operasi]. Nanti diupayakan, jika pelaku transportasi sudah oke, kami jalan. Tahap pertama inginnya [jalur] 6A, 6B dan 8," ungkap Direktur PT AMI Dyah Puspitasari, Selasa (2/5/2017).

Ketiga jalur itu secara umum menyasar sisi barat Kota Jogja utama ringroad. Pengoperasian ketiganya bukan tanpa alasan, kata Dyah, karena sudah mengantongi izin trayek dari pemerintah.

Selain itu, saat ini ada 12 armada Trans Jogja yang belum terpakai. Dengan segera dioperasikan jalur 6A, 6B dan 8, diharapkan armada itu akan terpakai dan tidak memenuhi garasi. Kemudian seluruh halte di jalur ini juga sudah terpasang.

"Tetapi menyesuaikan armada, kebutuhan dan kondisinya juga sosial.
Kita menunggu situasi memungkinkan. Sekalian menunggu pramugara yang masih kurang, karena awalnya kami cuma 54 bus, tetapi saat ini tersedia 60 bus jadi makanya kekurangan nanti ke Dishub menambah lagi minta dari shelter," urai Dyah.