SIMENOR Kulonprogo Buka Sabtu Malam, Ini Lokasi dan Jadwalnya
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, lokasi SIMENOR, jam pelayanan, dan syarat dokumen SIM A serta SIM C.
Agus Supriyanto Ketua RW 11 Gambiran, Umbulharjo, Kota Jogja saat berada di Taman Legawong. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Bantaran Sungai Gajah Wong yang berada di Kawasan RW 11, Gambiran, Umbulharjo, Kota Jogja saat ini tampak asri dengan sebutan Taman Legawong
Harianjogja.com, JOGJA - Bantaran Sungai Gajah Wong yang berada di Kawasan RW 11, Gambiran, Umbulharjo, Kota Jogja saat ini tampak asri dengan sebutan Taman Legawong alias Ledok Gajah Wong.
Atas keseriusan warga setempat, Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementrian PUP menggelontorkan Rp5,2 miliar untuk mempercantik bibir sungai ini dari sebelumnya yang kumuh.
Salahsatu pemrakarsa pembangunan Taman Legawong adalah Agus Supriyanto yang juga Ketua RW 11 Gambiran. Ia juga tergabung sebagai anggota forum komunikasi daerah aliran sungai (Forsidas) Gajah Wong.
Agus mengaku, ide dasar melakukan penataan di sekitar pinggiran sungai itu berawal dari keprihatinan kondisi sungai di Kota Jogja yang kian memburuk kualitasnya. Dari penelitian yang dilakukan BLH Kota Jogja secara rutin Sungai Gajah Wong termasuk sungai yang paling tercemar dengan kandungan bakteri e-coli berlipat-lipat dari kandungan standar.
"Kebetulan kami juga di Forsidas Gajah Wong, ngga ingin sungai jadi hitam, ini sangat mengerikan, karena sumber kehidupan kita itu bisa dari sungai," ungkapnya pekan lalu.
Agus menambahkan, ia memulai mengedukasi warga dan mengumpulkan sejumlah warga dan anggota Forsidas lainnya untuk melakukan penataan. Kebetulan di kawasan RW 11 tersebut ada lahan wedi kengser yang sebelumnya hanya dipakai sebagai tempat pembuangan tanah urug.
"Kamu kumpulkan teman yang punya jiwa militan untuk menata kawasan, termasuk yang tergabung dalam Forsidas, ada tujuh kelurahan sudah sekitar lima tahun lalu," kata dia.
Setelah melalui komunikasi panjang, bersama warga lainnya, sepakat untuk melakukan penataan dengan mengajukan permohonan pembangunan kepada pemerintah.
Karena dinilai sudah memiliki bekal SDM untuk penataan daerah aliran sungai, maka Satker Ditjen Cipta Karya Kementrian PUP memberikan bantuan dalam bentuk program pembangunan senilai Rp5,2 miliar.
"Rp5,2 miliar dari [Ditjen] Cipta Karya pusat, Februari tahun lalu [2016] mulai dibangun dan saat ini masih berjalan," kata dia.
Sejumlah fasilitas yang sudah terbangun antara lain, sebuah pendopo yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan, sejumlah gazebo baik di sisi timur dan barat sungai. Kemudian jalan yang menghubungkan antar bantaran sungai, terutama dari arah Taman Legawong ke selatan menuju Jalan Raya Tegalgendu.
Serta berbagai fasilitas infrastruktur lainnya, termasuk tangga turunan yang berada di sisi timur sungai untuk memudahkan warga menuju ke Taman Legawong.
Luas kawasan Taman Legawong, lanjutnya, sekitar 1.700 meter persegi. Saat ini lebih diarahkan untuk kegiatan sejenis taman kuliner melalui pemberdayaan warga.
Sehingga warga sekitar dapat berinteraksi langsung dengan sungai, sekaligus menjaganya. Ia secara perlahan terus berupaya mengedukasi warga dengan berbagai cara agar selalu menjaga lingkungan sungai.
"Mulai dari kami bikin festival, pertemuan, sosialisasi selalu kami laksanakan, agar mereka nggak buang sampah di sungai, dan hasilnya sudah mulai kelihatan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, lokasi SIMENOR, jam pelayanan, dan syarat dokumen SIM A serta SIM C.
Taksi Green SM menabrak pembatas jalan di Joglo, Jakarta Barat, Senin sore. Tidak ada korban, sementara lalu lintas menuju Kebon Jeruk padat.
Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan upaya ekspor 4,2 kg padatan diduga emas di Bandara YIA. Nilai barang hampir Rp11 miliar.
Sebanyak 9 SD di Sleman masih membutuhkan bantuan air bersih akibat sumur mengering. BPBD menyalurkan 2.000 liter air tiap sekolah.
Festival Inovasi Jogja 2026 ditutup di UKDW dengan penyerahan katalog riset dan penguatan kolaborasi inovasi untuk pembangunan daerah.
Rupiah melemah ke Rp18.046 per dolar AS akibat kekhawatiran pengetatan kebijakan The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik.