Unik, Sekolah Ini Letakkan Daftar Kelulusan di Ujung Sendang, Siswa Harus Berenang untuk Melihatnya

03 Mei 2017 07:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

SMK 1 Pundong mengumumkan kelulusan siswanya dengan memanfaatkan kolam mata air

 
Harianjogja.com, BANTUL- Ada-ada saja cara http://m.harianjogja.com/?p=814068">sekolah mengumumkan http://m.harianjogja.com/?p=813850">kelulusan siswanya. Salah satunya adalah SMK 1 Pundong. Jika tahun lalu, sekolah ini mengumumkan kelulusan siswanya melalui atraksi panahan, kali ini mereka memanfaatkan kolam mata air.

Nafas Krisna Setiawan, siswa Teknik Komputer Jaringan SMK 1 Pundong kian tersengal. Langkahnya yang semakin berat seolah terus memaksanya untuk mundur.

Tapi, justru rasa penasarannya lah yang membuatnya terus mantap berjalan. “Capek, Mas. Tapi saya penasaran, lulus atau tidak,” katanya sambil sesekali mengusap bulir keringat di leher dan jidat.

Di tanjakan menuju Gua Jepang, Krisna hanya satu dari ratusan pelajar lainnya. Memang, sebanyak 254 siswa SMK 1 Pundong kompak berseragam olahraga warna oranye. Sambil mengayuh pedal sepedanya, kerumunan itu menyemut melintasi tanjakan menuju Gua Jepang di Desa Seloharjo, Pundong, Selasa (2/5/2017) siang.

Bukan untuk sekadar olahraga seperti biasanya, setiap kayuhan menggambarkan besarnya harapan mereka. Betapa tidak, nasib masa depan mereka memang tengah tersimpan di sendang yang berada di kompleks Gua Jepang itu.

Tentu saja, tak mudah bagi para Krisna dan kawan-kawannya untuk mengetahui nasib mereka. Selain harus mengayuh sepeda sejak dari sekolah yang lebih dari 2 kilometer jauhnya, mereka pun harus berjalan kaki melintasi tanjakan sejak Dusun Ngreco menuju lokasi. “Di sanalah kami menyimpan nasib mereka, lulus atau tidak tahun ini,” cetus Kepala SMK 1 Pundong Elly Karyani Susilowati.

Oleh pihak sekolah, lembar kelulusan itu sengaja disimpan dalam kendi yang ditaruhnya di salah satu ujung sendang. Itu artinya, ratusan pelajar harus berebut menceburkan diri ke sendang untuk mencarinya.

Benar adanya. Sesampai di lokasi sendang, ratusan pelajar lantas menceburkan diri. Mereka tak peduli, baju olahraga mereka basah kuyup oleh dinginnya air sendang. Bagi mereka, yang terpenting adalah gulungan kertas bertuliskan nama mereka masing-masing yang tersimpan dalam kendi.

Bukan tanpa alasan. Selain untuk mencegah aksi pelajar yang berlebihan dalam merayakan kelulusan mereka, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk menanamkan semangat pantang menyerah dalam diri siswa.

Menyelesaikan pendidikan SMK, jelas bukan akhir perjalanan hidup mereka. Sebaliknya, itu adalah tonggak awal perjuangan hidup yang sebenarnya. “Itulah, kami minta mereka berjalan kaki dari Ngreco ke Gua Jepang. Itu simbol betapa terjalnya jalan yang akan mereka hadapi nantinya,” kata Elly.

Belum lagi nilai historis Gua Jepang. Siswa diharapkan mampu meresapi nilai-nilai perjuangan para pendahulunya. “Selamat. Kalian dinyatakan lulus seratus persen,” kata Elly kemudian.

Memang, SMK 1 Pundong meluluskan seluruh siswanya tahun ini. Dari seluruh siswa di empat jurusan yakni teknik komputer dan jaringan, audio video, pengelasan, dan instalasi tenaga listrik, tak ada satu pun siswa yang tertinggal.

Hasil itu jelas membuat para pelajar merasa lega. Lelah yang mereka rasakan, serta beratnya kaki untuk mereka langkahkan, seolah terbayar sudah dengan hasil memuaskan itu. “Jelas lega, Mas,” kata Fikri, salah satu pelajar lainnya.