Minim Sarana, 49 SMP di Bantul Menumpang UNBK di Sekolah Lain

Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Asih Sunjoto, menyaksikan para murid SMPN 1 Solo mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Laboratorium Komputer sekolah setempat, Selasa (2/5/2017). (Farida Trisnaningtyas/JIBI - Solopos)
03 Mei 2017 08:20 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

49 Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Bantul harus menumpang sekolah lain untuk melaksanakan UNBK

Harianjogja.com, BANTUL--Akibat minimnya sarana penunjang berupa komputer, 49 http://m.harianjogja.com/?p=785952">Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Bantul harus menumpang sekolah lain untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ditemui saat memantau berlangsungnya UNBK hari pertama di SMPN 2, Kepala Disdikpora Bantul, Totok Sudarto menuturkan UNBK SMP/MTs di Bantul dilaksanakan oleh 112 sekolah.

Dari jumlah tersebut, 63 sekolah melaksanakan UNBK mandiri dan 49 sekolah melaksanakan UNBK dengan menumpang di sekolah lain. Sedangkan total jumlah peserta yang melaksanakan UNBK sebanyak 12.622 siswa.

"Sekolah-sekolah ini menumpang di sekolah-sekolah terdekat seperti di SMA/SMK terdekat dari kawasan. Biasanya masih dalam satu kelurahan atau kecamatan," ujar dia, Selasa (2/5/2017).

Totok menjelaskan UNBK tingkat SMP berlangsung mulai Selasa hingga Kamis (2-4/5/2017) dan Senin (8/5/2017) mendatang. Adapun mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Sedangkan Bupati Bantul, Suharsono mengapresiasi pelaksanaan UNBK SMP/MTs yang relatif lancar. Ia juga memuji kesungguhan sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan UNBK. Ia juga berharap, tahun depan seluruh SMP/MTs di Bantul dapat melaksanakan UNBK secara mandiri dan tidak ada lagi yang menumpang sekolah lain.

"Persiapan sekolah sudah maksimal termasuk sudah menyiapkan genset untuk antisipasi http://m.harianjogja.com/?p=806164">listrik padam, memiliki server cadangan yang sudah terkoneksi dengan pusat," ujar dia.

Menurut Suharsono, ia berencana mengusulkan penambahan unit komputer di beberapa sekolah yang belum memiliki komputer sehingga siswa dapat fokus mengerjakan ujian.