BANDARA KULONPROGO : NYIA Jadi Ajang Pemerataan Ekonomi DIY

06 Mei 2017 08:20 WIB Jogja Share :

Bandara Kulonprogo dapat membantu UMKM berkembang

Harianjogja.com, JOGJA -- Pembangunan bandara baru di Kulonprogo tidak hanya dinanti masyarakat DIY dan kalangan pariwisata. Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah juga tak sabar menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang nantinya dapat menjadi jembatan bagi produk lokal menuju pasar mancanegara.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/05/bandara-kulonprogo-nyia-dinanti-umkm-untuk-menembus-pasar-internasional-814855">BANDARA KULONPROGO : NYIA Dinanti UMKM untuk Menembus Pasar Internasional

Salah satu keluhan UMKM yang telah berkembang yakni menembus pasar mancanegara adalah terkait persoalan distribusi. Jovita, salah satu pelaku UMKM yang mengikuti diskusi tersebut mengaku selama ini biaya pengiriman produk tas anyaman miliknya masih dibebani persoalan ongkos kirim yang panjang dan menguras banyak uang.

"Produk saya sudah dipasarkan ke Jepang. Hanya saja pengiriman tidak hanya mahal tetapi juga membutuhkan banyak uang. Saya berharap bandara baru ini dapat segera beroperasi supaya produk yang akan diekspor tidak terlalu memakan banyak biaya pengiriman," ungkap Jovita,
dalam diskusi Gebyar UMK 2017 bertajuk UMK Jogja Siap Sambut Bandara Baru NYIA, Jumat (5/4/2017).

Keberadaan bandara baru ini juga diharapkan dapat memberikan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah DIY. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Sri Saktiyono mengungkapkan pola bisnis di Jogja akan berkembang ke arah barat. Namun, dalam RPJP Nasional dan RPJP DIY menemui sejumlah kendala. Salah satunya ketidakseimbangan perkembangan wilayah.

Sri memaparkan selama ini perkembangan ekonomi masih berpusat di Kota Jogja dan Sleman. Diharapkan pembangunan bandara baru ini dapat memperluas pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah DIY.

"Peluang-peluang inilah yang harus mulai dapat ditangkap pengusaha UMKM di seluruh wilayah DIY. Untuk giat mengembangkan produk dan bisnisnya," jelas Sri.