Longsor di Gunungkidul Nyaris Timbun 4 Rumah

Sejumlah warga sedang membersihkan material longsor yang hampir menimpa rumah milik Marmoyo, Warga Dusun Gupit, Desa Tegalsari, Kecamatan Gedangsari, Sabtu (6/5 - 2017). (Istimewa)
07 Mei 2017 21:20 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Empat rumah milik warga di Desa Tegalsari, Kecamatan Gedangsari nyaris tertimbun tanah longsor.

 
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tegalsari, Kecamatan Gedangsari pada Kamis (4/5/2017) dan Jumat (5/5/2017) mengakibatkan http://m.harianjogja.com/?p=803160">tanah longsor. Empat rumah milik warga bahkan nyaris tertimbun tanah longsor.

Ketua Desa Tangguh Bencana Tegalsari, Sugeng mengatakan terdapat delapan titik tanah longsor di Tegalsari yang mulai terjadi sejak Kamis hingga Jumat malam. Kejadian terakhir pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB mengakibatkan jalan desa yang menghubungkan lima dusun terputus.

“Empat titik mengakibatkan jalan terputus, sementara empat titik lainnya hampir menimpa empat rumah warga,” katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Sabtu (6/5/2017).

Sejumlah titik longsor yakni di Dusun Ngipik, Desa Tegalrejo hampir menimpa rumah Warsono Suwito dan rumah milik Sumartono. Sedangkan di Dusun Gupit, Desa Tegalrejo tanah longsor hampir menimbun rumah milik Marmoyo dan Paimin.

Untuk saat ini upaya penanganan di sejumlah titik longsor dilakukan oleh warga sekitar dengan alat seadanya. Sementara untuk di salah satu titik lainnya perlu mendapatkan penanganan khusus dari pihak PLN. Pasalnya akibat longsor, sebuah tiang listrik dalam kondisi membahayakan lantaran miring hampir rubuh menimpa rumah.

Sedangkan untuk sejumlah titik longsor yang menutupi jalan, warga juga melakukan pembersihan dengan alat seadanya karena Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Belum datang ke lokasi. Sehingga untuk jalan yang ambrol warga hanya menutup akses jalan tersebut.

“Jalan utama ambrol kemudian kami beri tanda peringatan agar tidak dilintasi karena membayakan,” ujarnya.

Salah seorang warga Tegalrejo, Sri Rahayu mengatakan hujan yang terjadi sejak Kamis membuatnya khawatir. Pasalnya hujan turun deras disertari dengan angin kencang. Pada kejadian longsor Jumat malam dia mengaku kaget lantaran mendengar suara gemuruh.

“Saya dengar suara gemuruh dari samping rumah dan saat itu listrik rumah saya juga langsung mati,” katanya.

Belakangan suara gemuruh itu merupakan suara tebing setinggi 20 meter yang longsor menimpa jalan utama penghubung desa.

Sri berharap pemerintah segera melakukan penanganan di sejumlah titik longsor, terutama untuk sejumlah titik jalan yang ambol. Pasalnya jalan desa menjadi akses utama warga untuk menuju ke dusun dan desa lainnya.