Suporter Persis Pulang Lewat Gunungkidul untuk Hindari Bentrokan

Aksi suporter Pasoepati saat mendukung Persis Solo melawan Persekap Pasuruan dalam laga Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan, Solo. (JIBI/SOLOPOS - Agoes Rudianto)
07 Mei 2017 22:20 WIB Gunungkidul Share :

Ratusan suporter pendukung Persis Solo harus melalui rute memutar lebih jauh ketika pulang usai mendukung timnya bertanding dengan Persiba Bantul

Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan suporter pendukung Persis Solo harus melalui rute memutar lebih jauh ketika pulang usai mendukung timnya bertanding dengan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Minggu (7/5/2017) sore.

Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/05/07/liga-2-terdengar-tembakan-rombongan-pasoepati-terlibat-bentrok-di-gunung-kidul-815196">LIGA 2 : Terdengar Tembakan, Rombongan Pasoepati Terlibat Bentrok di Gunung Kidul

Untuk mencegah terjadinya gesekan dengan kelompok suporter lain, rombongan suporter Persis Solo diarahkan pulang lewat Gunungkidul. Rute yang jauhnya berlipat jika dibandingkan dengan rute jalur utama Jalan Raya Jogja - Solo.

Bagus Mimawan, 24, salah satu suporter asal Karanganyar, Jawa Tengah mengungkapkan, arahan untuk melewati rute berbeda saat pulang sudah diinstruksikan polisi ketika suporter masih berada di stadion.

"Daripada mengambil risiko, kami pilih ikut polisi saja. Tapi ada juga sebagian kecil dari rombongan yang nekat melewati jalur yang dilewati saat berangkat," ujar Bagus kepada Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Adapun saat berangkat dia bersama ratusan rombongan lain melewati jalur utama, kemudian ketika sampai Prambanan belok kiri melewati Piyungan, terus Jalan Wonosari sampai ke Pleret.

Kendati pulang dengan kawalan aparat kepolisian, tapi ternyata tetap ada teror dari oknum sekelompok suporter. Bagus tidak tahu siapa oknum-okmum yang meneror perjalanan pulang mereka.

"Tepatnya ketika sampai Bukit Bintang ke atas dikit teror berupa lemparan batu dan kelereng, kami terima," jelasnya.