Berusia 27 Tahun, BPR Profidana Paramitra Ingin Perluas Jaringan

Direktur PT BPR Profidana Paramitra Wahyu Susilo berfoto di kantor pusat BPR Profidana yang beralamat di Jl. Swk 102 Dongkelan, Sewon, Bantul, belum lama ini. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
08 Mei 2017 17:19 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

BPR Profidana Paramitra sudah memasuki usia 27 tahun pada 1 Mei 2017 lalu

 
Harianjogja.com, BANTUL-BPR Profidana Paramitra sudah memasuki usia 27 tahun pada 1 Mei 2017 lalu. Setiap tahun, BPR yang berkantor pusat di Jl. Swk 102 Dongkelan Sewon Bantul ini selalu mencatatkan pertumbuhannya.

Direktur PT BPR Profidana Paramitra Wahyu Susilo mengatakan, perkembangan Profidana dari sisi kinerja keuangan meningkat signifikan. Peningkatan itu terbukti dari penghargaan yang diberikan majalah Infobank selama tiga tahun berturut-turut sejak 2013-2015 untuk kategori BPR dengan aset Rp50 miliar yang memiliki kinerja terbaik.

Dari sisi keuangan, selama lima tahun ini BPR Profidana mengalami pertumbuhan. Kredit tumbuh 24% per tahun, aset 15%, laba 30-40%, dan angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) berada di bawah rata-rata yaitu 3,9%. Jumlah nasabahnya juga tumbuh dan saat ini total mencapai 8.000 nasabah. Nasabah kredit 1.160 dan sisanya nasabah penabung.

“Pertumbuhan nasabah targetnya 15-20 persen. Kita ingin seperti BRI yang jaringannya banyak dan nggak menyasar holding company,” katanya pada Harianjogja.com, belum lama ini.

Setiap tahun, BPR Profidana juga terus mengembangkan kantor jaringan. Sampai saat ini sudah ada Kantor Cabang di Seturan, Kantor Kas di Bantul, Sedayu, Banguntapan, dan Kantor Kas di Piyungan. Pengembangan kantor jaringan menurutnya menjadi wujud komitmen BPR Profidana untuk mendekatkan diri pada masyarakat.

“Ke depan ada planning ke Kulonprogo rencananya 2018 buka cabang di sana,” katanya.

Dalam melayani nasabah, aspek keramahan dan kedekatan selalu diutamakan. Hal itu semata untuk memunculkan kenyamanan nasabah sehingga nasabah menjadi loyal pada BPR yang bersangkutan.

Hal ini menjadi kekuatan bagi BPR untuk menghadapi persaingan dengan bank-bank umum yang sudah mulai mempersempit ruang gerak BPR dengan program kredit mikronya.

Program suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang direncanakan Pemerintah akan turun menjadi 7% pun menurutnya tidak menjadi masalah selama kedekatan terhadap nasabah terus terjaga.

Aspek kecepatan pelayanan juga menjadi nilai plus bagi BPR sendiri. Untuk pelayanan kredit misalnya, dalam waktu maksimal tiga hari sudah dapat dicairkan. Pelayanan funding jemput bola juga menjadi keunggulan tersendiri bagi Profidana.

Wahyu mengatakan, sebanyak 50% dari total nasabah BPR Profidana merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai langkah memperluas pasar, pihaknya merencanakan untuk menyasar berbagai sektor seperti transportasi dan pengembang perumahan.

Dalam rangka memperingati ulang tahunnya ke-27, BPR Profidana menggelar beragam acara.