KEBAKARAN BANTUL : Perumahan Bertambah, Kasus Tinggi, Ini Penyebabnya

Si jago merah, Senin (5/12/2016) malam, melumat pabrik mebel PT Danao Living di Kuripan, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng). Petugas pemadam kebakaran (damkar) segera meluncur ke lokasi begitu menerima inforrmasi terbakarnya pabrik yang bergerak dalam pembuatan mebel ekspor dengan kualitas premium tersebut. Akibat kebakaran tersebut, PT Danao Living ditaksir menanggung kerugian yang mencapai miliaran rupiah. (JIBI/Solopos/Antara - Aji Styawan)
08 Mei 2017 21:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Kebakaran Bantul mayoritas disebabkan kesalahan manusia

Harianjogja.com, BANTUL -- Makin bertambahnya perumahan dan tempat industri di wilayah Kabupaten Bantul ditengarai menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kebakaran meskipun curah hujan masih cukup tinggi. Tercatat pada triwulan pertama tahun 2017, sudah ada 18 kejadian kebakaran.

Wakil ketua satuan tugas pemadam kebakaran, Yohanes Widyatmoko mengatakan kebakaran akibat konsleting listrik menjadi penyumbang terbesar jumlah kasus kebakaran pada tahun ini. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena human error yaitu penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan tegangan listrik yang dialirkan dan perangkaian alat-alat listrik yang tidak rapi.

"Kalau di perumahan banyak vendor yang tidak memperhatikan kegunaan kabel, tidak mengukur kekuatan kabel tersebut sebenarnya sebesar apa," ujar dia kepada Harianjogja.com, Senin (8/5/2017).

Sedangkan penyebab kebakaran yang terbesar kedua yaitu kebocoran tabung gas. Menurut Yohanes, masyarakat khususnya para ibu rumah tangga belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang penggunaan tabung gas. Masyarakat juga belum mengerti bagaimana cara menangani kebakaran yang disebabkan oleh tabung gas dengan menggunakan peralatan seadanya.