Aktivis PMII DIY Dorong Mahasiswa Kuasai Kebijakan Publik
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
Petugas kabin Transjogja menunjukkan ruang khusus penyandang disabilitas di Trans Jogja. Armada baru ini didesain lebih ramah bagi penyandang disabilitas. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Trans Jogja akhirnya akan mengoperasikan empat jalur baru
Harianjogja.com, SLEMAN -- Kru Angkutan Perkotaan mulai melunak dan merelakan Dinas Perhubungan DIY mengoperasikan empat jalur Trans Jogja setelah melalui negoisasi, Senin (8/5/2017) sore. Keempat jalur tersebut adalah Jalur 5A dan 5B yang menyasar utara dan Jalur 6A dan 6b melewati kawasan Ringroad Barat.
Baca Juga : http://www.solopos.com/2017/05/09/trans-jogja-negoisasi-berhasil-4-jalur-barat-dan-utara-beroperasi-pekan-ini-815552">TRANS JOGJA : Negoisasi Berhasil, 4 Jalur Barat dan Utara Beroperasi Pekan Ini
Direktur PT Anindya Mitra Internasional (AMI) Dyah Puspitasari selaku operator Trans Jogja menilai hasil pertemuan bersama kru perkotaan kemarin merupakan perkembangan luar biasa. Ia meyakini musyawarah dan saling mendengarkan menjadi kunci semua pihak untuk menyelesaikan persoalan dalam melaksanakan program pemerintah. Terkait jalur 8 dan 10 yang belum bisa diterima, ke depan akan dikomunikasikan lagi bersama kru perkotaan.
Dyah mengatakan, secara prinsip Trans Jogja tidak mencari penumpang, melainkan hanya mencari jalan. Berbeda dengan angkutan perkotaan yang mereka memang mencari penumpang dan bisa dilakukan di mana saja. Ia menegaskan hasil negoisasi itu murni karena komunikasi, tidak ada kompensasi apapun yang diberikan kepada kru perkotaan.
"Seperti yang direncanakan daerah barat ternyata justru efektif untuk jalur ini, ini perluasan, jangan sampai orang DIY menumpuk di kota," ujarnya, Senin (8/5/2017).
Dyah memastikan keempat jalur tersebut dapat dioperasikan pada pekan ini. Terkait armada yang saat ini hanya tersisa 12 bus baru, akan diatur sedemikian rupa untuk dapat melayani keempat jalur tersebut. Pemasangan halte portabel juga akan segera dilaksanakan di sejumlah titik.
"Secara internal kami atur lagi, 12 bus yang tersisa itu mau dipakai untuk empat jalur tersebut atau tidak, kalau kurang akan diambilkan di mana, itu teknis internal kami, tergantung kebutuhan," kata dia.
Koordinator Kru Bus Perkotaan di Jogja Benny Wijaya menyatakan, pihaknya menghargai komitmen program Pemda DIY yang akan mengembangkan layanan transportasi di Kota Jogja. Ia berharap, Dishub DIY tetap sesuai kesepakatan bahwa tidak memasang halte di kawasan yang menjadi tumpuan penumpang bus perkotaan, salahsatunya kawasan Gamping.
"Tetapi untuk [jalur] 8 dan 10 kami pertahankan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
Pemerintah siapkan PLTG 2.000 MW senilai Rp70 triliun untuk dorong swasembada energi dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Jogja didorong jadi destinasi unggulan selain Bali. Kunjungan wisman ke Borobudur–Prambanan meningkat signifikan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 14 Juni 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000, beroperasi dari pagi hingga malam.
Prabowo bertemu Menhan Jepang bahas kerja sama pertahanan, dari pendidikan militer hingga teknologi dan keamanan maritim.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 14 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.