Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Anas Syahrul Alimi (dua dari kiri), founder Prambanan Jazz saat konferensi pers, Selasa (9/5/2017). (JIBI/Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika)
Sejumlah penampil, nantinya mereka yang populer di era 90 an
Harianjogja.com, SLEMAN—Gelaran Prambanan Jazz di tahun ini bakal berlangsung beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, acara bakal digeber selama tiga hari berturut-turut, yakni 18, 19 dan 20 Agustus 2017. Semuanya dibingkai dalam nuansa art, music dan culture yang menghadirkan 1.000 musikus dan 50 artis.
CEO Rajawali Indonesia, promotor Prambanan Jazz, Anas Syahrul Alimi, mengungkapkan acaranya di tahun ini mengusung konsep 90’s Moment. Sejumlah penampil, nantinya mereka yang populer di era 90 an. “Akan memberikan nostalgia era 90,” ungkapnya dalam jumpa pers di Jogja, Selasa (9/5/2017).
Prambanan Jazz Music Festival 2017 juga bakal hadir dengan melibatkan perupa-perupa dari Jogja. Prambanan Jazz juga tetap akan menghadirkan pasar kangen sebagai wujud komitemen para panitia dalam membangun kultur budaya dalam masyarakat modern.
Pasar kangen adalah sebuah perpaduan wisata kuliner yang akan mempertemukan generasi baru dan generasi lama. “Jadi penonton dapat menikmati kuliner sambil duduk santai di rumput,” kata art director, Ong Hari Wahyu.
Menurut Project Direktur Prambanan Jazz, Bakkar Wibowo, pelibatan perupa dilakukan sebagai pembeda dengan acara-acara serupa yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia. Salah satu perupa yang akan diikutsertakan adalah Dipo Andy, perupa pop art papan atas Indonesia yang sudah beberapa kali berpameran di dalam maupu luar negeri.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz didukung penuh oleh Indihome. “Dengan menjadikan IndiHome sebagai sponsor utama, diharapkan kehadiran IndiHome akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” ucap Mustakin Wahyudi, AVP Marketing Communication PT Telkom Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.