POLEMIK TAKSI ONLINE : Pemda DIY Minta Rekrutmen Sopir Daring Dihentikan

Massa melakukan demonstrasi di Jalan Malioboro, Rabu (3/5/2017). Mereka menolak keberadaan taksi online. (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
09 Mei 2017 09:22 WIB Sunartono Sleman Share :

Polemik taksi online coba ditengahi Pemda DIY

Harianjogja.com, SLEMAN -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY meminta kepada manajemen taksi online untuk segera menghentikan aktivitas perekrutan driver sebelum ada kejelasan Peraturan Gubernur DIY, dalam mediasi di Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Senin (8/5/2017). Dalam mediasi tersebut ratusan kru taksi konvensional melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dishub DIY.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=815534">POLEMIK TAKSI ONLINE : Pihak Taksi Konvensional Tak Puas dengan Hasil Mediasi, Ini Penyebabnya

Plt Kepala Dishub DIY Gatot Saptadi mengatakan, pihaknya masih menggodok Pergub terkait taksi online. Karena itu ia meminta kepada penyedia aplikasi online untuk tidak menghentikan aktivitas rekrutmen sopir taksi online sebelum Pergub diterbitkan.

"Tadi saya sampaikan karena tidak bisa memutuskan kami minta komitmennya untuk stop dulu rekrutmen driver, sampaikan ke pusat sambil menunggu Pergub. Kalau aturannya sudah pasti, rekrutmen diatur juga," ungkapnya Gatot, Senin (8/5/2017).

Dalam pertemuan, Gatot mengakui ada keterbatasan dari pihak taksi online. Mereka berdalih tidak bisa memutuskan segala hal yang dibahas dengan alasan menjadi kewenangan pusat. Namun, ia sudah meminta komitmen manajemen aplikasi tersebut yang berada di Jogja untuk segera melaporkan ke Jakarta. "Keterbatasannya, manajemen perusahaan ada di Jakarta mereka tidak berani memutuskan iya dan tidak jadi di sini pelaksana saja," ucapnya.

Gatot berharap, pertemuan dari kedua pihak bisa terus dilakukan secara intensif. Namun tidak dengan pengerahan massa. Bahkan, ia sepakat jika antara konvensional dengan online berkolaborasi memberikan layanan kepada masyarakat.

Manajer Grab Area Jogja Hervy Deviyanto juga tampak dalam pertemuan tersebut. Meski demikian, saat akan dimintai konfirmasi enggan memberikan keterangan secara detail. Bukan pertama kalinya, pihak perusahaan Grab enggan memberikan keterangan. Saat dimintai konfirmasi Harian Jogja di sebuah hotel di Jalan Urip Sumoharjo beberapa waktu lalu juga enggan memberikan keterangan. Uniknya, jika ada pihak yang akan mendekat ruang manajer harus lebih dahulu mematikan seluruh ponsel yang dibawa.

"Maaf kami belum bisa memberikan pernyataan, semoga bisa dimaklumi. Kalau soal rekrutmen, kami sudah tidak merekrut lagi, cuma validasi data saja," ucap Hervy di Dishub DIY kemarin.