Meski Dibubarkan, HTI DIY Tetap Berdakwah

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DIY kritik sistem demokrasi dan kapitalisme Indonesia. (JIBI/Harian Jogja - Ujang Hasanudin)
10 Mei 2017 08:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pemerintah memutuskan akan membubarkan HTI

 
Harianjogja.com, JOGJA -Dewan Pimpinan Daerah (DPD) http://m.harianjogja.com/?p=815388">Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DIY menyayangkan keputusan pemerintah yang membubarkan HTI secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu sebagaimana sudah diatur dalam Undang-undang.

“HTI hampir 25 tahun selama ini tak pernah ada masalah, baru tahun ini saja, ujug-ujug ada seperti itu [pembubaran]. Selama ini kegiatan HTI tidak pernah merusak apa pun, membakar, membikin macet, dan anarkis,” kata Juru Bicara DPD HTI DIY, Yusuf Mustaqim, saat dihubungi Selasa (9/4/2017).

Yusuf menilai dorongan pembubaran terhadap HTI bagian dari tantangan perjuangan dalam berdakwah. Pihaknya pun tidak akan berhenti dalam berdakwah, “Dakwah akan tetap dilakukan baik lewat tulisan dan forum-forum,” Kata dia.

Ia juga menampik HTI disebut anti pancasila. Dia bahkan meminta untuk menunjukan sila berapa yang dilanggar ormas Islam global tersebut. Selama ini, Yusuf mengaku berjuang untuk Islam.

Ia balik menuding reaksi pemerintah untuk membubarkan HTI tidak lepas dari sekenario global atau setelah perwakilan dari Amerika Serikat berkunjung ke Indonesia, beberapa waktu lalu.

Pemerintah memutuskan akan membubarkan HTI. Namun pembubaran HTI tidak sewenang-wenang melainkan akan ditempuh melalui http://m.harianjogja.com/?p=815406">jalur pengadilan. Alasan pembubaran ini  yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, karena kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Sebelumnya dorongan pembubaran HTI juga disuarakan oleh beberapa ormas Islam lainnya. Bahkan acara Forum Khilafah di DIY awal Maret lalu batal karena karena adanya penolakan. HTI dinilai anti-Pancasila karena mengusung khilafah dalam dakwahnya.