Pengemudi Becak Motor Pertanyakan Modifikasi Becak Kayuh

Harian Jogja/Gigih M. HanafiPuluhan pengemudi becak motor (bentor) menggelar aksi di halaman DPRD DIY, Jl. Malioboro, Jogja, Selasa (28 - 1). Mereka terus mendesak untuk dilegalkan bentor serta mengkritisi surat edaran Gubernur DIY tentang larangan beroperasinya becak motor dan surat dari kepolisian tentang hal yang sama.
17 Mei 2017 01:22 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Becak motor alternatif dipertanyakan

Harianjogja.com, JOGJA -- Seratusan pengemudi becak bertenaga mesin sepeda motor atau bentor mendatangi Balai Kota Jogja, Selasa (16/5/2017). Mereka mempertanyakan rencana Pemerintah Kota Jogja yang akan memodifikasi becak kayuh sebagai alternatif bentor.

"Kami menanyakan sejauh mana rencana modifikasi becak," kata Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY), Suparmin, kemarin. Ia mengaku resah dengan gencarnya pelarangan bentor beroperasi di Jogja.

Hal ini terkait rencana engaturan zonasi becak di kawasan Malioboro. Zonasi ini juga siatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Transportasi Lokal. Raperda tersebut hanya mengatur transportasi tanpa mesin, yakni becak dan andong sebagai ciri khas Jogja dan daya tarik wisata.

Disisi lain, Suparmin juga tidak ingin lagi ada razia karena selama ini mengemudi bentor merupakan mata pencahariannya untuk menghidupi keluarga. Selama proses menunggu desain becak dari Pemerintah Kota, Suparmin bersama pengemudi bentor lainnya akan tetap beroperasi.

?Sebelumnya, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Affrio mengatakan desain yang disiapkan adalah becak kayuh dengan alat bantu yang tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), "Bisa dengan tenaga hybrid, listrik atau gas," kata Affrio

Selain itu desain kecepatan juga akan dibatasi maksimal 20 kilometer perjam, menyediakan sabuk pengaman bagi penumpang, dan desan body becak agar saat berbelok tidak hanya depannya melainkan keseluruhan badan becak. ?Namun rencana tersebut masih dalam proses pematangan dan baru akan digarap pada 2018 mendatang.