DESAKU MENANTI : Gagal Menghuni Nglanggeran, Pemda DIY Siapkan Lahan di Lokasi Lain

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat beraudiensi dengan warga binaan penerima program Desaku Menanti di Dusun Doga, Nglanggeran, Patuk, Minggu (1/11/2015). (Harian Jogja - David Kurniawan)
17 Mei 2017 08:55 WIB Sunartono Jogja Share :

Desaku Menanti, kampung para gepeng tetap dipersiapkan

Harianjogja.com, JOGJA -- Pemda DIY melalui Dinas Sosial tengah menyiapkan lahan pengganti rumah bagi gelandangan pengemis (gepeng) yang sebelumnya dibangun di Dusun Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Perumahan tipe 45 untuk gepeng yang kini mangkrak itu akan dimanfaatkan sebagai balai diklat.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi menjelaskan, pihaknya tidak tinggal diam, meski rumah yang disiapkan di Nglanggeran batal dimanfaatkan karena faktor rawan longsor. Saat ini tengah mencari beberapa alternatif  di beberapa tempat sebagai pengganti agar para gepeng dan keluarganya ini dapat memiliki tempat tinggal. Salahsatu tempat yang bidik oleh Untung ada komplek bangunan di DIY yang menurutnya sangat cocok sebagai pengganti. Namun, ia merahasiakan lokasinya karena dikhawatirkan sudah menimbulkan dampak sosial bagi warga yang tidak setuju.

"Ada beberapa alternatif, jumlahnya sama, cukup untuk mereka. Masalah senang dan tidak sennag kan nanti, yang jelas kami siapkan secara manusiawi. Kami sudah ada bangunannya," ungkapnya, Selasa (16/5/2017).

Sebelumnya Kementerian Sosial RI menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membangun perumahan bagi gepeng di Nglanggeran tersebut melalui program desaku menanti. Namun karena dinilai rawan longsor, rumah tersebut batal dihuni.