PENCEMARAN BANTUL : Air Kali Bedog Menghitam, Sejumlah Ikan Mati

Warga Desa Guwosari memprotes pembuangan limbah pabrik ke Sungai Bedog yang menyebabkan pencemaran ekosistem sungai, Minggu (5/6/2016). (Bhekti Suryani/JIBI - Harian Jogja)
17 Mei 2017 08:40 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Warna air berubah keruh, menjadi hitam pekat dan baunya menyengat

Harianjogja.com, BANTUL—Kali Bedog yang mengalir di wilayah Bantul diduga tercemar limbah pabrik. Air sungai menghitam, berbau tidak sedap dan sejumlah ikan mati.

Salah satu warga Dusun Kentolan Kidul, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Suhardi menuturkan mulanya aliran air Kali Bedog yang melintasi wilayah tinggalnya bening. Baru pada Selasa (16/5/2017) sekitar pukul 04.30 WIB, warna air berubah keruh, menjadi hitam pekat dan baunya menyengat.

Lalu sekitar pukul 05.00 WIB sampai 07.00 WIB, banyak warga sekitar yang mencari ikan namun mereka menemukan sejumlah ikan mengapung mati, diduga karena tercemar limbah. "Ikan yang naik [mati] seperti patin, kepek, dan wader pari,” ujar Suhardi, Selasa. Menurutnya, pencemaran aliran Kali Bedog sudah sering terjadi saat masa awal produksi pabrik.

Warga lainnya, Joko Zukhroni, penambang pasir tradisional di Kali Bedog, mengaku ia mengalami gatal-gatal. Namun karena aktivitas menambang pasir adalah mata pencahariannya, ia tetap menambang. Menurut Joko, sebenarnya banyak penambang pasir yang beroperasi bersamanya tetapi karena limbah banyak penambang enggan beroperasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Masharun Ghazali, mengaku belum tahu adanya pencemaran Kali Bedog. Tetapi ia berjanji akan mengomunikasikan dengan pemangku kepentingan lainnya.

“Secara berkesinambungan dan berkelanjutan, memantau apakah ada ekses dalam kegiatan industri. Kalau ada ekses, tentu akan kami panggil [pabrik] untuk diskusi. Kami akan mencari sebabnya apa,” ucapnya.