Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Kampus Jogja, UII mengelar kuliah umum
Harianjogja.com, SLEMAN - Kapolda DIY Brigjen Pol. Ahmad Dhofiri memberikan kuliah umum pada mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium KH Kahar Muzakkir, Selasa (16/5/2017). Di depan ratusan mahasiswa UII, Kapolda menyampaikan tema Merajut Kebhinnekaan di Era Kompetisi dan Tantangan Global.
Menurut Kapolda, merajut kebinekaan itu gampang-gampang susah. Maka dari itu harus telaten untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam latar belakangnya.
"Kalau tidak sabar yang terjadi justru gontok-gontokan. Inilah yang ingin selalu tonjolkan, harus saling tepa selira di tengah masyarakat yang pluralistik," ujar Kapolda.
Kebhinnekaan menurut dia merupakan modal yang sangayt besat. Apalagi indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Garis pantai negeri ini, jelas dia, terpanjang nomor empatdi dunia.
"Nah, kalau keragaman tidak kita ikat maka justru akan ada ancaman," tandasnya.
Kapolda pun lebih lanjut mengingatkan nyatanya ancaman yang terjadi di era saat ini. Di era kompetisi global, penghancuran negara sekarang tidak lagi dilakukan secara konvensional seperti ketika Belanda menjajah indonesia konon. Penghancuran dilakukan non-fisik melalui ideologi, budaya, informasi dan operasi intelijen.
Medan tempur serangan tersebut, jelas dia, sudah menyusup jauh ke ruang publik dan ruang privat. Gambaran nyatanya ketika masyarakat saat ini dijajah lewat teknologi berupa gadget di mana serangan terjadi di mana pun.
"Di toilet buka handphone nonton drama korea. Itu sudah merupakan bentuk serangan budaya luar yang saat ini mudah kita akses lewat gadget," papa dia.
Budaya yang masuk itu pada akhirnya melunturkan budaya daerah. Efek nyatanya, menurut Ahmad, sudah sangat terasa ketika seni ketoprak mulai tersisih. Ironisnya masyarakat lebih menyukai drama-darama dari luar yang menyebar lewat internet.
"Tujuan perang bukan lagi penguasaan teritorial tapi penguasaan negara dan sumber daya ekonomi serta budayanya sekaligus," ujarnya mengingatkan.
Sementara Rektor UII Nandang Sutrisno dalam sambutannya menegaskan, masalah kebhinnekaan saat ini sedang jadi problem di Tanah Air.
Dia menjabarkan, UII didirikan para founding father yang sejak awal mereka sudah menjunjung tinggi pluralisme.
"Para pendiri UII juga sejak awal menyadari bahwa negara kita tidak dibangun poleh satu kelompok, etnis dan golongan. UII maupun bangsa indonesia sudah dibangun dengan semangat Bhineka Tunggal Ika," ujar Nandang.
Secara agama, menurut Nandang juga sudah jelas Allah SWT menciptakan manusia bergolong-golongan, bersuku suku dan beraneka ragam perbedaan lainnya. Tujuannya agar mereka bisa bersatu menonjolkan keharmonisan dalam perbedaan.
"Modal besar kita adalah pluralisme. Maka mari kita jaga pluralisme yang sudah kita bingkai menjadi Bineka Tunggal Ika. Secara normatif semua kalangan sudah paham," ujar Nandang berpesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan usai OTT. Sejumlah uang miliaran dan logam mulia turut disita.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.