KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kampus Jogja, UII mengelar kuliah umum
Harianjogja.com, SLEMAN - Kapolda DIY Brigjen Pol. Ahmad Dhofiri memberikan kuliah umum pada mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium KH Kahar Muzakkir, Selasa (16/5/2017). Di depan ratusan mahasiswa UII, Kapolda menyampaikan tema Merajut Kebhinnekaan di Era Kompetisi dan Tantangan Global.
Menurut Kapolda, merajut kebinekaan itu gampang-gampang susah. Maka dari itu harus telaten untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam latar belakangnya.
"Kalau tidak sabar yang terjadi justru gontok-gontokan. Inilah yang ingin selalu tonjolkan, harus saling tepa selira di tengah masyarakat yang pluralistik," ujar Kapolda.
Kebhinnekaan menurut dia merupakan modal yang sangayt besat. Apalagi indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Garis pantai negeri ini, jelas dia, terpanjang nomor empatdi dunia.
"Nah, kalau keragaman tidak kita ikat maka justru akan ada ancaman," tandasnya.
Kapolda pun lebih lanjut mengingatkan nyatanya ancaman yang terjadi di era saat ini. Di era kompetisi global, penghancuran negara sekarang tidak lagi dilakukan secara konvensional seperti ketika Belanda menjajah indonesia konon. Penghancuran dilakukan non-fisik melalui ideologi, budaya, informasi dan operasi intelijen.
Medan tempur serangan tersebut, jelas dia, sudah menyusup jauh ke ruang publik dan ruang privat. Gambaran nyatanya ketika masyarakat saat ini dijajah lewat teknologi berupa gadget di mana serangan terjadi di mana pun.
"Di toilet buka handphone nonton drama korea. Itu sudah merupakan bentuk serangan budaya luar yang saat ini mudah kita akses lewat gadget," papa dia.
Budaya yang masuk itu pada akhirnya melunturkan budaya daerah. Efek nyatanya, menurut Ahmad, sudah sangat terasa ketika seni ketoprak mulai tersisih. Ironisnya masyarakat lebih menyukai drama-darama dari luar yang menyebar lewat internet.
"Tujuan perang bukan lagi penguasaan teritorial tapi penguasaan negara dan sumber daya ekonomi serta budayanya sekaligus," ujarnya mengingatkan.
Sementara Rektor UII Nandang Sutrisno dalam sambutannya menegaskan, masalah kebhinnekaan saat ini sedang jadi problem di Tanah Air.
Dia menjabarkan, UII didirikan para founding father yang sejak awal mereka sudah menjunjung tinggi pluralisme.
"Para pendiri UII juga sejak awal menyadari bahwa negara kita tidak dibangun poleh satu kelompok, etnis dan golongan. UII maupun bangsa indonesia sudah dibangun dengan semangat Bhineka Tunggal Ika," ujar Nandang.
Secara agama, menurut Nandang juga sudah jelas Allah SWT menciptakan manusia bergolong-golongan, bersuku suku dan beraneka ragam perbedaan lainnya. Tujuannya agar mereka bisa bersatu menonjolkan keharmonisan dalam perbedaan.
"Modal besar kita adalah pluralisme. Maka mari kita jaga pluralisme yang sudah kita bingkai menjadi Bineka Tunggal Ika. Secara normatif semua kalangan sudah paham," ujar Nandang berpesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Zara Adhisty mengumumkan kelahiran anak pertamanya bersama Tsaqib. Putra mereka lahir 19 September 2026 dan diberi nama Benjiro Nayel Ali.
Fajar/Fikri dan Leo/Daniel lolos ke perempatfinal Asian Games 2026. Simak calon lawan, jalur semifinal, dan peluang duel sesama Indonesia di final.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.
Indonesia bisa mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 jika menang atas Malaysia. Simak skenario dan hasil Singapura vs Bangladesh.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.