Ramadan, Kebutuhan Gas Bakal Meningkat

Antrean taung gas dalam operasi pasar di Kecamatan Mantrijeron Jogja, Selasa (18/10/2016). (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
18 Mei 2017 15:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Kebutuhan gas LPG untuk kebutuhan usaha kecil menengah mengalami peningkatan selama momen libur panjang

Harianjogja.com, JOGJA-Kebutuhan gas LPG untuk kebutuhan usaha kecil menengah mengalami peningkatan selama momen libur panjang. Selama bulan Ramadan dipastikan kebutuhan LPG mengalami peningkatan.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Siswanto mengungkapkan pasokan bahan bakar gas untuk rumah tangga masih normal. "Hanya saja pasokan juga menyesuaikan kebutuhan yang sifatnya situasional. Seperti banyaknya long weekend yang terjadi selama beberapa pekan terakhir," ujar Siswanto kepada Harianjogja.com, Rabu (17/5/2017).

Siswanto mengungkapkan banyaknya libur panjang yang terjadi turut mendongkrak bisnis UKM terutama yang bergerak di bidang kuliner. Wisatawan yang datang berlibur memberikan dampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar karena di momen ini UKM banyak bermunculan.

"Karena banyak UKM inilah, kebutuhan gas LPG pun ikut naik," kata Siswanto.

Saat ini, pasokan LPG untuk tabung gas ukuran tiga kilogram masih relatif normal. Adapun kebutuhan gas LPG ini per hari sekitar 104.000 tabung. Jumlah tersebut, kata Siswanto, masih mencukupi kebutuhan LPG rumah tangga masyarakat Jogja.

Terkait kebutuhan untuk menyambut Ramadan, Siswanto mengaku masih belum memastikannya. Pasalnya, jumlah kebutuhan gas LPG untuk bulan puasa akan didiskusikan dan dihitung hari ini.

"Kalau sekarang belum tahu berapa kebutuhannya, karena masih dalam penghitungan. Besok [hari ini] baru akan kami hitung, selain kebutuhan Ramadan, juga penyerapan selama liburan panjang kemarin," jelas Siswanto.