Modul Sekolah Sungai Disiapkan, Ini Ragam Materi yang Diterima Siswa

Mendikbud Muhajir Effendy bersama isteri naik perahu karet di Sungai Code saat meresmikan Sekolah Sungai di Jetisharjo Jetis, Kami (18/5/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
19 Mei 2017 09:22 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Mendikbud datang ke Jogja untuk meresmikan Sekolah Sungai.

Harianjogja.com, JOGJA -- Pengelola Sekolah Sungai tengah menyiapkan kurikulum yang lebih efektif dalam pendidikan lingkungan. Kurikulum yang sudah siap baru untuk dewasa di antaranya adalah prinsip-prinsip pengelolaan sungai, sejarah dan kebudayaan sungai, managemen aset sungai berbasis masyarakat.

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/?p=817891">Sekolah Sungai Diresmikan, Anak-anak hingga Dewasa Jadi Sasaran

"Managemen aset ini terkait dengan fasilitas di sungai yang perlu diketahui seperti bendungan, irigasi," kata Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, yang juga pengelola Sekolah Sungai, Totok Pratopo disela peresmian Sekolah Sungai di Jetis Harjo, Jogja, Kamis (18/5/2017).

Selain itu keanekaragaman hayati atau ekovarian. Totok menjelaskan materi Ekovarian merupakan gerakan menyelamatkan makhluk hidup yang ada disekitar sungai, mulai dari tumbuhan, hewan, ikan, bebatuan.

Selanjutnya praktek membuat instalasi memanen air hujan hingga pemanfaatannya. Totok mengatakan materi-materi ini sudah diterapkan dengan bekerjasama dengan para ahli lingkungan dari berbagai perguruan tinggi.

Sementara ini siswa sekolah baru dari komunitas-komunitas yang konsen dalam isu lingkungan hidup. Kedepan, kata Toto, akan menyasar masyarakat umum, takmir masjid, dan beberapa forum pengajian yang ada di bantaran sungai.

Ia berharap isu lingkungan masuk dalam dakwah-dakwah, pengajian, khususnya bagi kader Muhammadiyah. Setelah itu, Totok melanjutkan akan menyiapkan modul khusus anak-anak. Namun demikian, sebelumnya akan mensosialisasikan terlebih dahulu ke sekolah-sekolah SD sampai SMA.