Festival Musik Tembi Diharapkan Jadi Laboratorium Musik Indonesia

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOFESTIVAL MUSIK TEMBI 2012 -- Kemunitas musik kreatif Neosoul of Etania memukau penonton dengan eksplorasi musik tradisi dengan mengusung unsur-unsur karawitan dalam sebuah pertunjukan musik dalam Festival Musik Tembi 2012 di Rumah Budaya Tembi, Bantul, Kamis (24 - 5) malam. Festival Musik Tembi 2012 yang digelar pada 24/26 Mei ini menghadirkan pertunjukan musik, bincang/bincang musik dan pasar musik.
19 Mei 2017 10:54 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Festival Musik Tembi dapat menjadi wadah menciptakan musik asli Indonesia

Harianjogja.com, BANTUL -- Penyelenggaraan Festival Musik Tembi (FMT) 2017 yang telah memasuki tahun ketujuh diharapkan mampu menjadi laboratorium untuk menciptakan musik asli Indonesia. Sebab, konsep Indonesia merupakan konsep yang lebih baru dari budaya Jawa, Sunda, Sulawesi, dan lainnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Etnomusikolog Rizaldi Siagian dalam jumpa pers FMT 2017 pada Kamis (18/5/2017) bertempat di Rumah Budaya Tembi.

"Kebudayaan Indonesia harus diciptakan," ujarnya. Lewat FMT, potensi-potensi kultural tempat seorang musisi diwadahi sehingga tercipta hibriditas musik yang bisa mewakili Indonesia tanpa meninggalkan kekhasan masing-masing. Sebab, dunia akan mengenal Indonesia jika memiliki identitas dan identitas Indonesia muncul dari keragaman yang kaya. "Tentu akan kaya jika setiap karya berorientasi pada heritage yang kaya," tegasnya.

Menurut Rizaldi, setelah tujuh tahun penyelenggaraan, FMT ia anggap sukses berproses. Indikatornya terlihat sekitar dua tahun belakangan ketika kesadaran intelektual tentang proses penciptaan musik khas Indonesia muncul.

Salah satu penampil dari Jawa Barat, Teguh Permana sangat mengapresiasi gelaran FMT ini. Menurutnya, forum-forum seperti inilah yang selama ini ia cari untuk dapat mengembangkan musikalitasnya. Ia juga berharap FMT dapat terus berlangsung. "Rasanya delapan jam naik kereta, terbayar di Tembi," katanya.

Tahun ini, FMT memgambil tema "Mercusuara" yang memggambarkan semangat tinggi terhadap tatanan estetika yang luhur melalui ragam nada nusantara. FMT berlangsung mulai 18 hingga 21 Mei dan akan menampilkan berbagai penampil yang merepresentasikan gabungan tradisi dan kreasi.

Selain itu akan ada lokakarya "Jelajah Kreatif Ritmik" bersama Maestro Ritem Tradisi Karnataka India Selatan, Poovalur Sriji dari Dallas, Texas, USA di hari kedua FMT 2017.