Banyak Perguruan Tinggi, Kecamatan Depok Paling Rawan Narkoba

Warga berfoto dalam Pagelaran Seni Budaya memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 di Taman Kuliner Condong Catur, Depok pada Sabtu (20/5/2017) malam. (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
21 Mei 2017 18:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Depok merupakan daerah paling rawan kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba di DIY

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menggelar Pagelaran Seni Budaya memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 di Taman Kuliner Condong Catur, Depok pada Sabtu (20/5/2017) malam.

Depok dipilih sebagai lokasi acara karena merupakan daerah paling rawan kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba di DIY.

Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Pol Mardi Rukmianto, Kepala BNNP DIY usai membuka acara tersebut. “Depok ini pusat perkuliahan dan pendidikan namun juga sangat rawan, acara ini diharapkan bisa menekan angka penyalahgunaan narkoba dari depok hingga menyeluruh ke DIY,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menargetkan angka penyalahgunaan narkoba di Depok bisa ditekan semaksimal mungkin.

Berdasarkan data BNNP DIY, saat ini, 2,8% dari 30.000 orang di Depok merupakan pecandu aktif narkoba. Sementara angka normalnya sendiri diklaim sebesar 0,03%.

Angka ini, salah satunya, menjadikan DIY menduduki ranking tertinggi penyahgunaan dan pecandu narkoba di Indonesia. Banyaknya jumlah pelajar dan mahasiswa di DIY dikatakan menjadi salah satu pemicu.

Dari hasil penelitian Pusat Penelitian Kesehatan UI pada Oktober 2016 lalu, diketahui jika jumlah coba pakai narkoba di DIY urutan pertama, mengungguli DKI Jakarta.

Angka pelajar yang pernah pakai narkoba mencapai 6,6% sedangan pelajar setahun pakai mencapai 2,5%. Angak tersebut juga berpotensi mengundang keberadaan bandar narkoba yang ingin meraup keuntungan dari pelajar dan mahasiswa.

Sedikitnya 750 orang menghadiri pagelaran yang diisi oleh salah satu band lokal ternama Jogja, FSTVLST sebagai pemuncak acara. Anak muda yang hadir juga termasuk perwakilan 19 kampus dan 17 SMA/SMK di DIY.