ARTJOG 2017 : Setan Jawa, Penggabungan Banyak Interaksi & Multidisiplin

23 Mei 2017 09:55 WIB Jogja Share :

Art Jogja 2017 juga dimeriahkan dengan karya Garin Nugroho

Harianjogja.com, JOGJA  - Sineas kenamaan Indonesia, GarinNugroho persama Bakti Budaya Djarum Foundation ambil bagian dalam Festival Artjog kek-10.

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/?p=818909">ARTJOG 2017 : Garin Nugroho Turut Serta Lewat Setan Jawa

Pertunjukan ini merupakan sebuah karya yang menggabungkan beragam seni seperti visual arts, teater, tari, fashion hingga musik yang saling melengkapi. Menurut Garin, menggabungkan banyak interaksi, multidisiplin, dan kemudian bisa mengembangkan jenis pasar yang berbeda dan bisa  bekerja dalam bentuk lain sehingga memiliki efek yang besar dan bisa berkesan bagi penonton dalam waktu yang lama.

Pemutaran film Setan Jawa di Jogja merupakan bagian pertunjukan spesial yang digelar oleh Artjog. Sebelumnya, Setan Jawa yang juga didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation telah sukses dipentaskan di Jakarta pada September 2016, Melbourne dalam world premier di Opening Nights of Asia Pacific Triennial of Performing Arts bulan Februari yang lalu.  Tahun 2017 ini, Setan Jawa juga akan dipentaskan di Amsterdam, Belanda (Juni); Singapura (Juli), dan London, Inggris (September).

Setan Jawa bercerita tentang cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke-20 yang ditandai lahirnya era industri yang menyisakan kemiskinan di tanah Jawa. Seiring dengan meluasnya kemiskinan, maka bertumbuh subur cara-cara mistik untuk meraih kekayaan, termasuk Pesugihan Kandang Bubrah. Pesugihan ini adalah cara mistik untuk mendapat kekayaan dari iblis, namun harus membayar dengan berubah menjadi tiang penyangga rumah saat ajalnya tiba.

Adalah Setio (diperankan Heru Purwanto), seorang pemuda dari desa miskin jatuh cinta dengan Asih (diperankan Asmara Abigail), seorang putri bangsawan Jawa. Lamaran yang ditolak membuat Setio mencari keberuntungan melalui kesepakatan dengan iblis (diperankan Luluk Ari) yang dikenal sebagai Pesugihan Kandang Bubrah untuk mencari kekayaan dan nantinya dapat melamar Asih. Setio akhirnya menjadi kaya dan kawin dengan Asih, mereka hidup bahagia dalam rumah Jawa yang megah. Asih kemudian mengetahui bahwa suaminya menjalani laku pesugihan kandang bubrah akhirnya menemui setan pesugihan dan meminta pengampunan pada setan agar suaminya tidak menjadi tiang penyangga rumah pada saat kematiannya.

“Setan Jawa merupakan kerjasama Garin Nugroho dengan Bakti Budaya Djarum Foundation yang menghabiskan sekitar dua tahun untuk proses produksinya. Orkestra gamelan yang diciptakan oleh Rahayu Supanggah sebagai pengiring film bisu ini mampu membawa sentuhan tradisional dan menghasilkan pertunjukan modern yang memiliki jiwa dan nilai-nilai estetika yang bersumber dari kekayaan budaya Indonesia," ujar Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation menambahkan di Auditorium Sanata Dharma (USD), Minggu (21/5/2017) malam.