Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar di Kabupaten Bantul mulai menemukan titik terang. Aparat kepolisian dari Polres Bantul telah mengamankan dua pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut, sementara lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Korban diketahui bernama Ilham Dwi Saputra (16), warga Pandak, Bantul. Ia meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja dalam insiden yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) malam di kawasan Lapangan Gadung Mlati, Pandak.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Achmad Mirza, mengungkapkan dua tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial BLP (18), warga Kretek, dan YP (21), warga Bambanglipuro.
“Perannya ikut memukuli korban secara langsung,” ujar Mirza saat ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (22/4/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, aksi pengeroyokan tersebut diduga dipicu oleh konflik antarkelompok remaja yang berujung pada aksi balas dendam. Sebelum terjadi penganiayaan, korban sempat diinterogasi oleh para pelaku terkait dugaan keterlibatannya dalam suatu geng.
“Korban sempat ditanya apakah tergabung dalam geng tertentu. Karena tidak mengakui, salah satu pelaku mulai memukul dan diikuti oleh yang lain,” jelasnya.
Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan sebelum aksi kekerasan terjadi. Hingga kini, tim penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku secara detail.
Sementara itu, lima pelaku lain yang diduga terlibat masih dalam pencarian. Kepolisian memastikan upaya pengejaran terus dilakukan agar seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan diproses hukum.
“Lima orang lainnya masih kami buru. Kami optimistis bisa segera mengungkap seluruh pelaku,” tegas Mirza.
Peristiwa tragis ini juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, anaknya sempat dijemput oleh dua orang tak dikenal dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB.
Ia menyebut kedua orang tersebut datang menggunakan sepeda motor dan mengajak korban keluar rumah. Sejak saat itu, korban tidak kembali dalam kondisi selamat.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sekaligus pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, untuk lebih waspada terhadap pergaulan yang berpotensi memicu konflik kekerasan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku lain agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat
Gol Federico Dimarco dibalas penalti Christopher Nkunku. Derby AC Milan vs Inter Milan di Australia berakhir 1-1. Simak jalannya pertandingan.
Update Android tak bikin data hilang. Tapi tetap backup foto-video, pastikan baterai cukup, dan pakai WiFi stabil agar proses berjalan mulus.
Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap
Malaysia dinobatkan sebagai negara terbaik untuk digital nomad 2026. Simak daftar 10 negara terbaik untuk bekerja jarak jauh, termasuk Thailand, Portugal, dan T