KOMODITAS PANGAN : Harga Labil, Pedagang Enggan Nyetok Banyak

IlustrasiEspos/SuharsihHARGA NAIK--Seorang pengunjung Pasar Kota Wonogiri membeli Sembako di salah satu kios, Minggu (10 - 7). Harga Sembako terutama beras dan telur terus menanjak selama dua pekan terakhir. SOLOPOS 11 JUL 2011 HAL IV WONOGIRI
24 Mei 2017 10:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Komoditas pangan untuk sementara ini tidak stabil

Harianjogja.com, JOGJA -- Kondisi harga yang tidak stabil membuat pedagang sembako enggan menyetok barang. Mereka takut jika suatu ketika harga anjlok.

Ning Nanda, salah satu pedagang sembako di Pasar Stan, Maguwoharjo, Depok, Sleman hanya ingin menjual barang secukupnya. Ia enggan menyetok banyak-banyak karena takut menanggung rugi jika suatu ketika harganya turun drastis.

Ia menyadari, harga kebutuhan pangan saat momentum menjelang puasa seperti ini sering naik-turun. “Nanti ambleg malah tuno [Nanti harga turun malah rugi],” tuturnya pada Harianjogja.com, Selasa (23/5/2017).

Untuk minyak goreng kemasan misalnya, dalam sehari ia hanya berani menyediakan stok tidak lebih dari tiga karton. Begitu juga dengan beras yang tidak lebih dari 5 kuintal.

Ia mengakui harga kebutuhan pangan menjelang puasa ini semakin cepat berubah. Fluktuasi harga terasa tinggi. Seperti halnya telur yang pada pekan kemarin menyentuh harga tertinggi Rp22.500 per kg, mulai Selasa kemarin turun jadi Rp22.000 per kg, minyak goreng kemasan juga naik
Rp2.000 per karton, sementara beras juga naik antara Rp200-Rp500 per kg.

Ia juga menjual daging ayam. Harganya pun saat ini di luar harga normal. “Biasanya di bawah Rp30.000 sekarang sampai Rp32.000, tuturnya.

Ning melihat, puasa tahun ini berdekatan dengan pendaftaran anak-anak sekolah. Praktis kebutuhan masyarakat untuk berbelanja menjadi terkurangi karena lebih diprioritaskan untuk membayar biaya sekolah anak.

Ia pun merasakan dampak itu. Akhir-akhir ini, beberapa konsumen yang datang di kiosnya mulai mengurangi belanjaan. “Biasanya sekali belanja habis ratusan ribu, sekarang nggak. Beli secukupnya saja,” tuturnya.