Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Ilustrasi Sembako (Dok/JIBI/Solopos)
Ramadan 2017 dipersiapkan dengan memastikan ketersediaan sembako
Harianjogja.com, SLEMAN -- Stok bahan kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran mendatang dinilai mencukupi. Pemkab Sleman akan terus memonitor perkembangan kebutuhan masyarakat untuk menghindari adanya kelangkaan stok.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan, pantauan kebutuhan masyarakat dan komoditas pasar dilakukan rutin setiap hari. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini harga dan stok komoditas yang dibutuhkan masyarakat.
"Untuk pantauan khusus, kami akan laksanakan pada 30-31 Mei. Jadi awal puasa. Meski begitu, pantauan rutin dilakukan setiap hari," kata Endah kepada Harianjogja.com, Selasa (23/5/2017).
Diakuinya, sejumlah komoditas menjelang puasa ini mengalami kenaikan. Persoalan tersebut, katanya, sesuai mekanisme pasar di mana banyak permintaan yang dibutuhkan masyarakat. Namun dia menjamin, kenaikan harga yang terjadi masih wajar.
"Kami terus upayakan kerjasama secara intensif dengan Bulog agar harga-harga tidak meningkat cukup tinggi. Terutama untuk komoditas gula, beras dan minyak goreng," katanya.
Terkait langkah Polda DIY mengantisipasi upaya penimbunan dan kelangkaan sembako, Endah mengatakan, antisipasi tersebut melibatkan berbagai sektor. Bahkan, katanya, badan intelejen negara (BIN) juga sudah bergerak melakukan hal itu.
"Tugas kami memantau harga saja dan sebagian stok sesuai kewenangan kami. Kami sudah lakukan pendataan di pasar-pasar dan beberapa distributor," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.