Rawan Bencana di Indonesia Perlu Ditangani Secara Sistematik

Ilustrasi bencana alam (Dok/JIBI - Harian Jogja)
25 Mei 2017 14:22 WIB Sleman Share :

Bencana Harus Jadi Sumber Eksplorasi

Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan ada sisi positif di balik potensi rawan terjadi bencana yang mengancam Indonesia.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB  Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi rawan bencana menjadikan Indonesia bisa menjadi sumber eksplorasi dan menyimpan potensi sebagai laboratorium bencana di dunia.

"Dari adanya bencana itu justru harusnya bisa menjadi sumber inovasi baru," ujar Sutopo dalam Seminar pembukaan Program Doktor Teknik Sipil FTSP UII, Selasa (23/5/2017).

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=819502">Ini Sisi Positif Dibalik Potensi Rawan Bencana di Indonesia

Sementara itu, Rektor UII Nandang Sutrisno  menegaskan, Indonesia memang merupakan negara kaya. Tak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya akan bencana. Untuk itu, bagi dunia PT bencana tidak cukup hanya dihadapi dengan aktivitas yang sifatnya sesaat, atau menyelesaikannya kasus per kasus.

"Dalam menangani bencana, kita juga butuh penyelesaian yang sistematik dan berkelanjutan. Karena itu kita butuh para ahli di bidangnya. Dan tugas PT untuk mencetak atau menyediakan berbagai tenaga ahli, salah satu yakni di bidang teknik sipil," ujarnya.

Menurut Nandang, hingga kini Indonesia masih membutuhkan tambahan tenaga ahli di bidang teknik sipil. Idealnya, Indonesia memiliki 90.500-an tenaga ahli bidang teknik sipil. Namun kenyataannya sampai saat ini baru ada 75.000-an tenaga ahli.

"Jadi tak hanya menghasilkan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan penanggulangan bencana. PT juga punya kewajiban memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang berkompeten," imbuhnya.