Pengurus Baznas Diminta Berinovasi

Amil zakat membagikan amplop berisi uang saat pembagian zakat mal di gedung SKB Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2015). Zakat mal dari para muzaki (wajib zakat) diberikan kepada 3.000 warga dari lima kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon. (Burhan Aris Nugraha/JIBI - Solopos)
30 Mei 2017 18:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulonprogo diminta melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pendapatan

 

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulonprogo diminta melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pendapatan dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Hal itu diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo saat menerima audiensi pengurus BAZNAS Kulonprogo di ruang kerjanya, Senin (29/52017). Dia berharap pengurus benar-benar menjaga kepercayaan yang diberikan dengan selalu mengutamakan masyarakat miskin.

“Pimpinan BAZNAS harus mempertanggungjawabkan bagaimana agar penasarufannya bisa ikut memajukan Kulonprogo,” kata Hasto.

Hasto juga mengapresiasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini sudah membayar ZIS melalui BAZNAS Kulonprogo. Dia lalu mengimbau agar ASN yang belum melakukan tindakan serupa bisa termotivasi untuk menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu sesama.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kulonprogo, Abdul Madjid mengatakan pendapatan ZIS hingga April kemarin tercatat mencapai Rp790 juta. Pihak berencana menyalurkan dana sebesar Rp540 juta dalam waktu dekat kepada berbagai pihak yang membutuhkan.

Abdul mengungkapkan BAZNAS Kulonprogo akan terus menjadi kerja sama dengan Pemkab Kulonprogo dalam menjalankan setiap program. “Kami pun berupaya agar perolehan ZIS ke depan semakin meningkat dan bermanfaat untuk umat, khususnya di Kulonprogo,” ujar dia.