Advertisement
Senam Otak Cegah Lansia Pikun
Advertisement
Pikun sering menghinggapi masa lanjut usia (Lansia). Namun pikun bisa diatasi dengan senam vitalisasi otak
Harianjogja.com, SLEMAN- Pikun sering menghinggapi masa lanjut usia (Lansia). Namun pikun bisa diatasi dengan senam vitalisasi otak.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Nurulhayah mengatakan, ketika manusia memasuki usia lanjut maka akan mengalami perubahan struktur dan fungsi pada seluruh system biologisnya. Kondisi itu dapat mempengaruhi status kesehatan lansia.
Kondisi tersebut, lanjutnya, bukan merupakan tahapan dari suatu proses kehidupan yang bersifat alamiah. "Salah satu kondisi yang dialami oleh para lansia adalah terjadinya penurunan sensorik dan monotorik pada susunan saraf pusat, termasuk juga otak mengalami perubahan struktur dan biokimia," katanya dalam sosialisasi Senam Vitalisasi Otak Lansia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (11/7/2017).
Seiring dengan bertambahnya usia, katanya, seseorang akan mengalami penurunan fungsi otak. Hal itu terlihat dari penurunan keseimbangan tubuh. Akibatnya, lansia mudah terserang pikun. "Senam vitalisasi otak Lansia ini dapat meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan para lansia," katanya.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh 250 orang terdiri 125 orang kader atau lansia aktif, 50 orang petugas lansia, 25 yastroki, 50 lintas sektor dan Dinas Kesahatan dengan kriteria Lansia Aktif dari Posyandu Lansia dan kader lansia. Dia berharap, sosialisasi itu dapat meningkatkan kesadaran para lansia untuk membina sendiri kesehatannya.
"Kami berharap para lansia mampu meningkatkan kemampuan dan peran serta dalam keluarga," harapnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kondisi kesehatan masyarakat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, salah satunya tercermin dari usia harapan hidup.
Di Sleman, kata bupati, angka usia harapan hidup sudah mencapai 74,57 tahun. Jumlah lansia 60 tahun ke atas saat ini tercatat sebenyak 156.068 orang. Rinciannya, lansia perempuan sebanyak 80.280 orang dan pria sebanyak 75.788 orang.
"Tingginya usia harapan hidup ini patut disyukuri. Namun si sisi lain kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan para lansia," katanya.
Dalam menghadapi kondisi tersebut para lansia diharapkan melakukan aktivitas fisik yang bersifat aerobik dengan waktu dan intensitas yang ringan. Beberapa studi melaporkan bahwa aktivitas fisik bagi lansia bermanfaat untuk mempertahankan kebugaran dan kekuatan otak, meningkatkan fungsi kognitif serta meningkatkan keseimbangan tubuh.
Salah satu alternatif fisik yang dapat dilakukan oleh lansia adalah senam vitalisasi otak. Bila tetap terjaga kesehatannya, diharapkan kualitas hidup serta produktivitas para lansia akan semakin meningkat.
"Kalau kualitas hidup lansia sudah baik, maka para lansia dapat menghadapi dan menjalani usia lanjut dengan penuh kebahagiaan," kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





