Advertisement

PPDB 2017 : Jarak Lagi-Lagi jadi Kendala, Evaluasi Sangat Diperlukan

Irwan A Syambudi
Selasa, 18 Juli 2017 - 07:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PPDB 2017 : Jarak Lagi-Lagi jadi Kendala, Evaluasi Sangat Diperlukan

Advertisement

PPDB 2017, kebijakan mengenai evaluasi perlu dievaluasi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemberlakuan sistem zonasi dalam peneriman peserta didik baru (PPDB) tahun ini masih perlu dievaluasi. Meski sudah dapat memeratakan murid di setiap kecamatan, tetapi sejumlah siswa diperbatasan masih terkendala jarak.

Advertisement

Kepala Sekolah SMPN 1 Saptosari Suyanta mengatakan sistem zonasi menurutnya sudah pas untuk diberlakukan. Namun demikian, dengan sistem tersebut ada kelebihan dan kekurangan.

“Tidak ada masalah, tapi ya ada kekurangan dan kelebihannya,” kata dia, Jumat (14/7/2017).

Dengan pemberlakukan sistem zonasi hal positif yang bisa dirasakan oleh setiap sekolah adalah adanya pemerataan jumlah murid. Dari yang sebelumnya sampai menolak murid kini malah kekurangan murid. Begitu juga sebaliknya sekolah-sekolah yang dulu kekurangan murid kini tidak lagi kekurangan.

Dia mencontohkan di SMPN 1 Saptosari, pada tahun lalu menolak sedikitnya 40 murid. Namun tahun ini setelah diberlakukan zonasi pihaknya malah kekurangan tujuh murid.

Sementara itu, menurutnya kekurangan dari sistem zonasi adalah jarak yang terlalu jauh bagi siswa yang berada di perbatasan. Bagi siswa yang terletak di perbatasan kecamatan lain akan yang lebih dekat jika masuk ke sekolah kecamatan lain. Namun karena ada sistem zonasi mereka akhirnya sekolah di kecamatan domisili, yang jaraknya lebih jauh.

“Kemarin karena belum banyak sosialisasi ada murid yang mendaftar ke SMP di Kecamatan lain. Tapi di akhir-akhir pendaftaran mereka pindah ke SMP yang berada di kecamatan domisili untuk mendapatkan tambahan poin,” jelasnya.

Tambahnya lagi untuk murid yang mendaftarkan dengan Surat Keterangan Miskin (SKTM) jumlahnya tidak begitu banyak. Dan pada saat pendaftaran belum ditemukan adanya penyalahgunaan SKTM.

“Jumlah yang daftar dengan SKTM belum kami hitung tapi yang jelas tidak begitu banyak,” ujar Suyanta.

Terpisah, salah seorang wali murid asal Kecamatan Playen, Siwi mengaku tidak masalah dengan adanya sistem zonasi dalam PPDB tahun ini. Dia malah sengaja mendaftarkan anaknya ke SMP yang ada di luar zonasi sesuai domisilinya. Hal itu lantaran SMP yang berada di luar zonasi dinilainya lebih bagus.

“Kalau sesuai zonasi kan dapat poin tambah, tapi kalau di luar zonasi tidak dapat poin. Syukur meskipun tidak dapat poin tambahan tapi bisa diterima di SMPN 1 Wonosari,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan tidak ada masalah dalam sistem zonasi. Hal itu dibuktikannya dengan tidak adannya aduan dari wali murid atau sekolah tentang sistem tersebut.

“Kami tidak melakukan evaluasi khusus karena memang tidak ada masalah dengan sistem zonasi. Sampai saat ini tidak ada aduan mengenai pemberlakuan sistem tersbeut,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel

Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel

News
| Sabtu, 04 April 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement