Advertisement

PENCEMARAN AIR : Dituding Mencemari Irigasi, Ini Penjelasan Perusahaan Garmen di Tegal Krapyak

Rheisnayu Cyntara
Selasa, 15 Agustus 2017 - 19:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PENCEMARAN AIR : Dituding Mencemari Irigasi, Ini Penjelasan Perusahaan Garmen di Tegal Krapyak

Advertisement

Pencemaran air terjadi di Dusun Tegal Krapyak

Harianjogja.com, BANTUL -- Puluhan tahun limbah sebuah perusahaan garmen mencemari saluran air (irigasi) terbuka di Dusun Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon.

Advertisement

Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=843121"> PENCEMARAN AIR : Puluhan Tahun Pabrik Garmen di Tegal Krapyak Cemari Irigasi

Tuduhan tersebut dibantah perwakilan PT Samitex. Kepala Bagian Produksi, Wiji mengklaim pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengolah limbah garmen sebelum dibuang. Menurut dia sejak berdiri pada tahun 1974, PT. Samitex telah mencoba beberapa metode pengolahan limbah tetapi gagal. Kini mereka menggunakan menggunakan bakteri aktif aerobic biofilter yang mampu mengolah limbah kotor menjadi bersih meski tak layak minum. Terkait suhu limbah yang tinggi, ia menyebut, hal itu seharusnya tidak terjadi. Karena suhu limbah harus turun di bawah 40 derajat celcius sebelum diolah dengan bakteri aerobic biofilter.

"Kalau masih panas, sekitar 70 derajat ya bakteri tidak bisa bekerja maksimal," ucapnya, Senin (14/8/2017)

Caranya dengan memompa limbah yang masih panas tersebut melalui menara sampai suhunya turun. Ia beralasan panasnya limbah tersebut disebabkan pompa di IPAL terkadang mati. Wiji menambahkan ada 12 orang yang bertugas di IPAL PT. Samitex dan dibagi dalam tiga shif. Selain itu, sudah ada kesepakatan antara PT. Samitex dengan warga pengelola perikanan bahwa limbah hanya akan dibuang ke saluran irigasi pada pukul 14.00 WIB hingga 07.00 WIB. Ia juga mengklaim telah melakukan mekanisme sampling limbah setiap bulannya untuk menjaga parameter limbah yang dibuang.

"Tapi kalau ada keluhan seperti ini kami akan berusaha evaluasi ke dalam. Kami akui tentu ada human error dan pengawasan kurang tegas," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Biayai Polemik Ijazah Jokowi

Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Biayai Polemik Ijazah Jokowi

News
| Minggu, 05 April 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement