Advertisement
Inilah Tujuan Prawiro Coffee Festival Dibentuk
Advertisement
Prawiro Coffee Festival wadah pertemuan pegiat kopi.
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Kota Jogja berkomitmen mendukung keberadaan Prawiro Coffe Festival 2017. Festival yang menjadi tempat pertemuan pegiat kopi dari hulu sampai hilir ini diharapkan bisa berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang agar pilihan wisata di Kota Pendidikan itu bisa semakin bertambah banyak.
Advertisement
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=843888">Pemkot Jogja Berharap Prawiro Coffee Festival Tetap Berlanjut
Salah satu penggagas Prawiro Coffe Festival, Rommy Heryanto menyatakan salah satu alasan kenapa Prawiro Coffe festival digelar adalah demi mempertemukan berbagai pegiat kopi, mulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari petani pedagang, penikmat, hingga pemilik kedai kopi.
Menurut dia, selama ini pertemuan para pegiat kopi dilakukan sendiri-sendiri seperti antar petani atau antar pedagangnya saja.
“Jika semua pegiat kopi bertemu maka akan terjadi saling tukar informasi yang bisa digunakan sebagai data base mengenai berbagai kebutuhan yang ada,” jelasnya, Rabu (16/8/2017).
Ia melanjutkan, misalnya, dari pertukaran informasi tersebut diperoleh permasalahan berupa budi daya kopi maka bisa dihadirkan ahli dari perguruan tinggi yang bisa membantu para petani menghasilkan kopi yang lebih berkualitas.
“Bicara tentang kopi artinya bicara tentang berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Pada festival yang akan datang, rencananya kami akan mengadakan seminar terlebih dahulu. Misalnya, dengan mendatangkan ahli ekonomi, karena produk kopi juga butuh packaging yang bagus,” ucap pria yang dikenal sebagai konsultan dan pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPJS Ketenagakerjaan Beri Keringanan Iuran 50 Persen Bagi Pekerja BPU
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement




