Advertisement
Bukan Mistis, Dinkes Gunungkidul Kembangkan Layanan Pengobatan Jarak Jauh, Seperti Apa?
Advertisement
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan Gunungkidul akan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi. Model pelayanan ini, pasien dan dokter tidak harus melakukan tatap muka secara langsung.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, pengembangan layanan kesehatan jarak jauh atau yang dikenal dengan telemedicine merupakan hasil kerjasama antara UGM dengan Umea University, Swedia.
Beberapa waktu lalu, sambung dia, untuk penerapan, tim dari kabupaten telah melakukan kunjungan ke Swedia guna belajar sistem pengobatan berbasis teknologi dan informasi ini.
“Dalam kunjungan itu, kami juga mendapatkan bantuan seperangkat peralatan medis digital untuk tes dalam layanan,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (5/10/2017).
Dia menjelaskan, pengobatan telemedicine memiliki beberapa keungggulan. Meski konsultasi dilakukan jarak jauh, namun pengecekan kondisi fisik pasien tetap dapat dilakukan mulai dari denyut nadi hingga tekanan darah dapat terpantau secara waktu nyata.
“Istilah gampangnya, dokter yang berpraktek di Wonosari bisa melakukan pengecekan kesehatan pasien yang ada di wilayah Rongkop. Ini bukan mistis, tapi dalam pengembangannya memanfaatkan keberadaan teknologi dan informasi,” kata Dewi.
Untuk teknis pelayanan, tenaga medis akan menggunakan sebuah alat, berupa kamera video yang dapat melakukan panggilan gambar berserta suara melalui sambungan internet.
Sementara itu juga terdapat alat deteksi jantung, timbangan, stetoskop, tensimeter, semuanya dilengkapi teknologi bluetooth, datanya langsung terkirim dan dimonitor oleh dokter melalui komputer tablet yang telah disediakan.
Penerapan Telemedicine pun cukup mudah, pasien cukup datang ke fasilitas kesehatan terdekat, kemudian salah seorang perawat akan menyambungkan dokter dengan pasien.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik melalui video call conference sehingga dapat dilakukan diagnosa terhadap kondisi kesehatan pasien.
“Model layanan kesehatan ini yang coba kita kembangkan. Mudah-mudahan dengan program ini maka layanan kesehatan ke masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement





