Advertisement
Jogja Mestinya Lahirkan Pembalap Berkelas Internasional
Advertisement
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa menilai sudah saatnya IMI DIY lahirkan atlet kelas dunia
Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa menilai sudah saatnya IMI DIY lahirkan atlet kelas dunia.
Advertisement
Hal itu dikatakan Sadikin saat melantik pengurus baru IMI DIY untuk tiga tahun mendatang, Senin (23/10/2017). Ketua IMI DIY yang dilantik adalah Sulistyana.
"Sudah seharusnya IMI DIY targetkan atlet balap atau lainnya kelas internasional, bukan nasional," ujar Sadikin.
Perkataan Sadikin itu berdasarkan adanya Doni Tata yang sempat mencicipi ajang Moto 2 dan Galang Hendra Pratama yang meraih podium satu dalam lomba adu cepat motor World Super Sport 300cc (WSSP300) di Jerez, Spanyol, Minggu (22/10/2017).
Menurutnya hal itu patut diapresiasi karena dari segi geografis DIY tidak memiliki wilayah yang besar, dan atlet kelas dunia bisa lahir dan berkembang di dalamnya. "Ini yang patut kita banggakan, dari segi geografis yang tidak besar namun atletnya membanggakan," ujarnya.
Selain menjaring atlet tingkat dunia, IMI DIY wajib mendukung upaya polisi untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. Ia berharap IMI DIY terus mengkampanyekan safety riding dan safety driving. ”Kami tidak ingin hanya meregulasi balapan saja, kami ingin mengampanyekan keselamatan,” jelasnya.
Tidak kurang, Sadikin meminta IMI DIY untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukasi, bakti sosial dan juga promosi wisata. “Di Yogyakarta ini banyak wisata, dan juga melakukan bakti sosial seperti di anggaran dasar kita,” jelasnya.
Sebagai Penasihat IMI DIY, Kanjeng Gusti Prabu Prabukusumo menilai kunci untuk mem-finish-kan atlet balap di ajang internasional adalah totalitas. “Ini harus total, jangan buang-buang waktu umur atlet juga berpengaruh,” jelasnya.
KGPH Prabukusumo mengharapkan Eka Sulistyana memperhatikan betul bagaimana perkembangan atlet muda di DIY. Ia mengatakan bahwa tentang balapan masyarakat DIY telah menunjukan respon penonton yang baik.
“Sudah memerlukan sirkuit,” jelas KGPH Prabukusumo yang pernah menjabat sebagai Ketua KONI DIY.
Adapun sebagai ketua baru, Eka Sulistyana akan menjadikan masalah pelanggaran dalam berkendara menjadi salah satu prioritasnya. Ia mengatakan baik komunitas yang di bawah IMI DIY atau seluruh pengendara motor di DIY. “Kami perlu kritikan dan saran dari semua pihak, mari bergotong royong,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement





