Advertisement
GKR Hemas Kunjungi Bocah TK Korban KDRT di Sleman, Ini Cerita yang Didapatnya
Advertisement
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi dengan korban bocah berinisial FR, 5, warga Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan korban bocah berinisial FR, 5, warga Sleman mendapat perhatian serius dari Ratu Keraton Ngayogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.
Advertisement
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=863265">Seorang Anak TK di Sleman Diduga Jadi Korban KDRT, Ada Bekas Gigitan hingga Gegar Otak
Hemas langsung mendatangi rumah sakit yang merawat korban. Selama menjenguk korban, Hemas juga sempat berkomunikasi dengan korban. Dari pertemuan tersebut, Hemas mendapat banyak cerita dari korban termasuk keengganan korban untuk bertemu dengan pelaku.
Korban juga sempat bergurau dengan Hemas. Ia juga unjuk kebolehan berkomunikasi dengan bahasa Inggris didampingi guru bahasa inggrisnya. Kepada Hemas, korban juga bercerita sedikit luka yang dideritanya.
Korban juga bercita-cita menjadi dokter jika sudah dewasa. Meski begitu, kata Hemas, korban masih mengalami trauma. "Itu kelihatan sekali saat disinggung masalah kekerasan itu. Padahal anaknya pintar dan cerdas, " kata Hemas kepada wartawan, Rabu (25/10/2017).
Permaisuri Raja Kraton ini juga meminta agar aparat kepolisian mengusut kasus tersebut untuk kemudian segera menangkap pelakunya. Bahkan Hemas meminta awak media mem-blow up kasus tersebut agar tidak ada lagi kasus serupa di masa mendatang.
"Proses hukumnya saya serahkan ke pihak kepolisian. Ini harus menjadi perhatian serius dan harus diusut secara tuntas,” kata Hemas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
Advertisement
Advertisement




