Advertisement

Cegah Kerusakan Jalan, Warga Pasang Portal di Jalur Evakuasi

Nina Atmasari
Rabu, 08 November 2017 - 07:20 WIB
Nina Atmasari
Cegah Kerusakan Jalan, Warga Pasang Portal di Jalur Evakuasi

Advertisement

Warga Cakran Wukirsari melarang truk angkutan berat melewati jalan evakuasi

Harianjoja.com, SLEMAN- Warga Cakran Wukirsari melarang truk angkutan berat melewati jalan evakuasi. Hal itu dilakukan agar jalur tersebut tidak mengalami kerusakan.

Advertisement

Yudi Antoni, Dukuh Cakran Wukirsari Cangkringan mengatakan, warga sepakat untuk menutup jalur evakuasi di Cakran itu untuk menjaga jalur evakuasi tidak rusak. Pasalnya, jalur tersebut kerap dilewati kendaraan berat seperti truk-truk pengangkut pasir. "Kami minta, truk pengangkut pasir untuk tidak melewati jalur ini," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (7/11/2017).

Untuk menghalau masuknya truk bermuatan pasir di wilayah Cakran, pihaknya memberi portal di jalan masuk melewati jalur tersebut. Pasangan portal tersebut sudah dilakukan sebulan terakhir.

Meski begitu, katanya, beberapa kali truk pengangkut pasir masih nekat menerobos. "Portal ini sudah beberapa kali rusak ditabrak. Padahal sudah ada rambu-rambu peringatan," jelasnya.

Menurutnya, penutupan jalur tersebut untuk truk-truk pasir merupakan kearifan warga untuk menjaga lingkungan. Termasuk jalur evakuasi yang dinilai penting. Apalagi, kata Yudi, truk-truk pasir yang lewat jalan tersebut seringkali ngebut dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga. "Meski diberi portal, untuk truk yang mengangkut bahan sembako atau lainnya masih diperbolehkan lewat," katanya.

Dari penelusuran Harianjogja.com, sejumlah jalur evakuasi bencana di sekitar kawasan Gunung Merapi rusak akibat aktivitas penambangan. Di jalur evakuasi Cakran misalnya, aspal jalan mulai mengelupas dan beberapa titik terlihat berlobang. Meski tidak terlalu parah, jika dibiarkan kerusakan tersebut bisa berlanjut. Padahal proses pengaspalan jalan tersebut terakhir kali dilakukan pada 2012 lalu.

Jayadi, salah seorang warga Cakran Geblok, Wukirsari menambahkan, sebelum diberi portal, jalur tersebut dilewati ratusan truk pengangkut pasir baik dari DIY maupun luar DIY. Padahal, katanya, di sebelah Timur lokasi tersebut pemerintah sudah menyediakan jalur khusus tambang.

"Tapi jalurnya sudah rusak berat. Makanya banyak truk yang lewat sini. Kalau diberi portal,  kami berharap jalur ini tidak ikut rusak," harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement