Advertisement
Anggaran Kesehatan Jogja Terbesar Kedua
Advertisement
Anggaran kesehatan akan digunakan untuk peningkatan layanan di Puskesmas dan RS Pratama
Harianjogja.com, JOGJA-Selain pendidikan, anggaran kesehatan Jogja mendapat porsi terbesar kedua, yakni Rp322 miliar atau 18,74% dari total belanja daerah.
Advertisement
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, anggaran kesehatan akan digunakan untuk peningkatan layanan di Puskesmas dan RS Pratama, di samping untuk pengendalian penyakit. “Itu untuk memberikan pelayanan bagi seluruh warga Jogja yang hingga kini masih bisa menikmati Jamkesda, yaitu layanan gratis bagi warga kota dengan hanya berbekal KTP,” kata Heroe, beberapa waktu lalu.
sebelumnya, ia mengakui anggaran di Dinas Pendidikan sebagian besar untk gaji guru dan tunjangan sertifikasi profesi. Namun, untuk belanja langsung digunakan untuk kebutuhan sekolah. Selain, Bosda, JPD, juga dihgunakan untuk sarana dan prasarana sekolah dan insentif guru pengelola pendidikan anak usia dini (PAUD).
http://m.harianjogja.com/?p=871634">Baca juga : Anggaran Pendidikan Lebih Besar untuk Gaji
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Antonius Fokki Ardianto mengatakan dalam rapat kerja anggaran komisinya dengan Dinas Pendidikan, beberapa waktu lalu, ia sudah mempertanyakan masih tingginya belanja tidak langsung dalam urusan pendidikan. Alasan dinas, saat itu karena pendidikan tidak hanya diampu Dinas Pendidikan namun dari organisasi perangkat daerah lainnya (OPD). “Saya prihatin karena dalam undang-undang jelas bahwa anggaran pendidikan 20 persen itu diluar gaji,” kata Fokki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Crane Proyek Kereta Cepat Thailand Ambruk, Kereta Terbelah 28 Tewas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Baru Ada 10 SPPG di Sleman Kantongi Sertifikat Laik Higiene
- Kolaborasi Driver Bajaj Maxride Perkuat Transportasi Wisata Jogja
- Murai Batu Rp150 Juta di Pleret Bantul Dicuri, Aksi Terekam CCTV
- Pilur Serentak Bantul 2026, Pemkab Siapkan Anggaran Rp3,8 Miliar
- Musim Hujan Rawan Leptospirosis, 13 Warga Bantul Meninggal di 2025
Advertisement
Advertisement




