Masyarakat Diajak Berpikir Kritis dengan Membaca Buku
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
dokumen
Usai dilantik, dirinya langsung ditempatkan di Komisi B
Harianjogja.com, JOGJA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja kehadiran anggota baru, yakni Zulnasri. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menggantikan rekan separtainya Estri Utami karena dianggap tidak memenuhi target perolehan suara dalam pileg 2014 lalu.
Zulnasri langsung dilantik dalam Sidang Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW), Selasa (28/11/2017). Usai dilantik, dirinya langsung ditempatkan di Komisi B. Ketua Fraksi PAN Rifki Listianto mengatakan, pergantian tersebut hal biasa dan sudah menjadi komitmen semua kader PAN.
Menurut dia, partainya sudah memberlakukan aturan calon petahana harus memperoleh suara minimal 35% dari Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) di daerah pemilihannya masing-masing. Sementara, calon baru sebanyak 25%. Baik Zulnasri maupun Estri tidak memenuhi syarat, namun Estri terpilih di dapilnya. "PAW dilakukan tengah periode agar masing-masing dapat mengemban amanah sebagai anggota dewan," ujar Rifki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
KPK membuka peluang menghadirkan Ahmad Dhani sebagai saksi kasus dugaan korupsi Bea Cukai jika majelis hakim memerintahkannya.
Claude Code diklaim menemukan 214.856 file thumbnail di Google Pixel meski foto aslinya telah dihapus. Simak risiko privasi dan cara melindunginya.
Shania Twain mengenang masa sulit saat mengawali karier, mulai dari demam panggung, tampil di bar hingga menghadapi seksisme.
Uji baterai iPhone 18 Pro Max mencatat durasi 12 jam 6 menit, unggul dari Samsung Galaxy S26 Ultra yang bertahan 9 jam 36 menit.
Survei Ipsos 2026 mencatat 59% responden Indonesia tidak percaya polisi. Angka ini tertinggi dibandingkan 30 negara lainnya.