Advertisement
Ini Sesajen yang Dianggap Baik Saat Menyembah Dewa
Advertisement
Tionghoa punya tradisi menyembah dewa dengan membawa sesajian.
Harianjogja.com, JOGJA--Masyarakat Tionghoa terutama yang menganut kepercayaan Khonghucu masih mempercayai pentingnya persembahan untuk para dewa. Wujud persembahan yang dipilih tidak asal-asalan, tetapi yang memiliki simbol terbaik.
Advertisement
Pengelola Klenteng Tjen Ling Kiong, Margomulyo mengatakan, persembahan untuk rupang dewa biasanya dalam wujud buah dan makanan. Buah yang digunakan pun tidak sembarangan. Kebanyakan adalah pisang, jeruk, dan apel. “Pisangnya pakai yang raja dan emas. Yang levelnya paling tinggi jadi memberi yang terbaik untuk para dewa,” katanya, Rabu (13/12/2017).
Sementara jeruk merupakan buah yang lekat dengan budaya Tionghoa. Tidak hanya sebagai persembahan, jeruk juga sering dibagikan dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Beberapa kalangan bahkan menempatkan hiasan buah tanaman jeruk di dalam rumahnya.
Jeruk diyakini sebagai pembawa rejeki. Warnanya yang orange melambangkan emas sehingga diharapkan mampu membawa peruntungan bagi pemilik atau orang yang memakannya. Buah ini juga melambangkan keharmonisan karena buahnya yang bergerombol mewujudkan sebuah kesatuan.
Saat digunakan sebagai persembahan di depan rupang dewa, jumlah buah jeruk harus ganjil. Margo mengatakan, aturan tersebut berlaku untuk jenis persembahan lainnya, baik itu buah, makanan jajan pasar, maupun dupa.
Jenis persembahan yang disajikan memiliki rasa manis, dengan harapan doa yang dikirimkan kepada Tuhan melalui para dewa bisa berbuah manis. Sebenarnya, kata Margo, sifat persembahan untuk rupang dewa wajib bagi yang mampu, sementara bagi yang tidak mampu juga tidak dapat dipaksakan.
Di Klenteng Tjen Ling Kiong atau yang lebih dikenal dengan Klenteng Poncowinatan, persembahan komplet kepada para dewa hanya dilakukan pada tanggal 1 setiap bulan menurut penanggalan Imlek. Angka satu atau saat bulan sedang mulai muncul, dianggap memiliki kekuatan alam yang berbeda dengan saat tanggal 15 yang terjadi bulan purnama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement





