Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
JLLS masuk daerah rawan karena kondisi jalan yang relatif sepi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menjadi salah satu titik kerawanan terhadap aksi kekerasan yang melibatkan geng motor. Oleh karena itu, jajaran Polres Gunungkidul akan meningkatkan pengamanan di sepanjang jalur agar kekerasan dapat dicegah.
Salah satu upaya yang dilakukan dapat dilihat dari razia terhadap ratusan pengendara motor yang merupakan kelompok pelajar dari Jogja pada Sabtu (6/1/2018) oleh jajaran Polsek Saptosari. Hasilnya polisi menyita dua bilah kayu sebagai tiang bendera kelompok. Secara keseluruhan dalam razia tersebut tidak ditemukan benda-benda mencurigakan seperti benda tajam hingga minuman keras.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, JJLS merupakan salah satu lokasi rawan terhadap aksi kekerasan yang melibatkan geng motor. Hal ini terlihat adanya aksi kekerasan pada malam pergantian tahun lalu, di mana ada oknum geng motor yang menyerang wisatawan. “Kami tidak ingin peristiwa yang sama terulang kembali. Jadi kami akan terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Ngadino kepada wartawan, Minggu (7/1/2018).
Menurut dia, JLLS masuk daerah rawan karena kondisi jalan yang relatif sepi sehingga potensi terjadi tindak kriminal jadi semakin besar. “Ini yang harus diantisipasi. Jadi untuk pengamanan tidak hanya melibatkan polsek-polesk di wilayah Gunungkidul, tapi juga melibatkan Polres Bantul yang secara geografis letaknya berdekatan,” ungkapnya.
Kapolsek Saptosari Eko Andriyanto W membenarkan telah melakukan razia terhadap ratusan pengendara motor yang merupakan anggota pelajar dari Jogja. Langkah ini dilakukan untuk pengamanan di jalur wisata dari aksi kekerasan maupun tindak kriminal yang melibatkan anggota geng motor.
“Sebelum razia, kami mendapatkan informasi dari Polres Bantul adanya irit-iritan sepeda motor yang masuk ke Gunungkidul. jadi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka kami lakukan pemeriksaan,” katanya.
Menurut dia, dalam pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan dan hanya mengambil dua kayu untuk tiang bendera. Selain itu, lanjut Eko, petugas juga sempat meminta keterangan dari koordinator rombongan terkait dengan tujuan masuk ke Gunungkidul. “Mereka ingin berwisata ke pantai dan setelah diperiksa dan diberikan pembinaan, rombongan kami lepas,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).