Data Kependudukan Ganda di Kota Jogja Masih Bertebaran

16 Januari 2018 20:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Ada 514 data kependudukan ganda di Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Jogja meminta masyarakat yang belum mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP untuk proaktif mengecek ke kecamatan setempat untuk memastikan status kependudukannya.

Karena bisa jadi e-KTP tidak bisa dicetak karena datanya masih aktif di daerah lain. Ia mencontohkan ada warga yang sudah melakukan perekaman, namun ternyata masih aktif di Bantul dan Jogja, "Kalau tidak dihapus salah satunya, maka selamanya tidak akan bisa dicetak e-KTP," kata Kepala Dindukcapil Kota Jogja, di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Selasa (16/1/2018).

Dindukcapil mencatat masih ada sekitar 514 data duplikat. Sisruwadi mengatakan data ganda hanya bisa dicetak e-KTP-nya di daerah awal atau pertama kali melakukan perekaman. Ketika warga tersebut memilih untuk menjadi warga Jogja, maka pihaknya perlu mengajukan proses penghapuan data awal ke Kementerian Dalam Negeri.

Saat ini dari total warga wajib KTP di Jogja sebanyak 309.799 jiwa. Sebanyak 98% sudah melakukan perekaman atau hanya 2% yang belum, termasuk di dalamnya kelompok lanjut usia yang berumur 70-90 tahun. Sisruwadi juga meminta warga yang sudah meninggal dunia harus dilaporkan, karena tanpa ada laporan datanya akan tetap aktif sebagai penduduk Jogja.

Sementara itu untuk warga yang belum mendapat fisik e-KTP segera mendatangi kecamatan karena Dindukcapil sudah mendapat tambahan blanko e-KTP sebanyak 10.000 keping pada Desember lalu. Blanko e-KTP tersebut sudah didistribusikan ke semua kecamatan di Jogja.

"Setiap hari kecamatan memasang info tentang stok blanko KTP elektronik yang tersedia, sehingga masyarakat bisa mengetahui jumlah blanko KTP elektronik saat itu juga," tambah Kepala Seksi Penerbitan KTP dan Kartu Keluarga, Dindukcapil Kota Jogja, Bram Prasetyo.