Petani Lendah Gagal Panen

17 Januari 2018 22:20 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Mayoritas petani yang berada di Lendah mengalami gagal panen

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Mayoritas petani yang berada di Lendah mengalami gagal panen. Panen Raya yang seharusnya terjadi di akhir Desember hingga Januari tidak terjadi.

Menurut seorang petani Subarjo, 52, warga Yogahan, Bumirejo, Lendah mengungkapkan bahwa seluruh petani di Yogahan tidak mengalami panen. Hal tersebut diakibatkan padi yang sedang berbunga tergenang air akibat terjangan Badai Tropis Cempaka November lalu. "Busuk semua, tidak ada yang panen di sini," kata Subarjo (17/1/2018) .

Akibat banjir tersebut Kelompok Tani dusun Yogahan mengalami kerugian sebanyak Rp 100 juta. Bahkan jerami yang biasanya dapat dijual untuk makanan ternak tidak bisa Subarjo jual tidak bisa ia lakukan. "Terlalu busuk, sampai tangkai-tangkainya," Subarjo.

Nasib baik masih di alami Hartono, 52,  petani asal Sungapan , Bumirejo, Lendah. Kendati sedikit dirinya masih dapat memanen padi yang ia tanam. Setidaknya dirinya dapat memanen padi sebanyak empat kwintal dari lahan seluas 3000 meter.

"Tertolong harga beras yang tinggi, jadi sedikit terselamatkan," katanya.

Kendati terselamatkan harga beras yang tinggi, Hartono menambahkan, bahwa kelompok taninya tetap saja merugi. Pasalnya hasil empat kuintal gabah basah hanya dihargai sekitar Rp50.000 per kuintalnya.

"Itung-itungannya ga masuk, tetap merugi, untung aja harga beras naik," katanya

Sementara Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Wazan Mudzakir, membenarkan tentang adanya gagal panen di Kecamatan Lendah, Galur, dan Panjatan. Dimana hal itu ditengarai akibat banjir yang terjadi pada November lalu.