Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Dinsos akan lakukan penyelidikan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul berjanji akan menyelidiki kasus penelantaran bayi berusia tiga bulan bernama Dila Putri serta dugaan adanya persekusi yang dilakukaan warga Bibal Dusun Sumber, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang terhadap keluarga bayi malang tersebut.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengaku sudah mendegar kasus penelantaran yang dialami bayi Dila Putri. Oleh karenanya, untuk kasus persekusi berupa pengusiran oleh warga, Dinas Sosial akan melakukan penyelidikan tentang kebenaran berita tersebut. “Kami cari informasi dulu kebenarannya seperti apa,” kata Irfan.
Disinggung mengenai tindak lanjut penanganan bayi Dila Putri, Irfan mengaku siap melakukan pendampingan. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya tidak langsung mengambil langkah secara langsung karena harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Sosial Bantul.
“Kami tidak bisa langsung ambil karena sesuai aturan, si bayi akan ditangani Dinas Sosial Bantul sebagai lokasi penemuan. Selanjutnya, temuan akan dikordinasikan dengan kami selaku tempat asal keluarga,” ungkapnya.
Selain itu, Irfan juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mencari ibu Dila Putri bernama Suprihatin, 17. Tujuan dari pencairan ini untuk memastikan garis keturunan si anak. “Harapan kami segera diketemukan karena saat akan ada yang mengadopsi urusannya akan lebih mudah,” katanya.
Adapun pemerintah desa tempat keluarga Dila Putri mulanya berdiam membantah adanya pengusiran yang dilakukan warga Bibal, Dusun Sumber, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang terhadap keluarga bayi malang tersebut. Menurut Pemdes warga hanya meminta keluarga Dila pindah ke tempat lain karena tida terima ada anak yang lahir dari hasil hubungan gelap.
http://m.solopos.com/?p=886463">Baca juga : Pemdes Girisuko Bantah Persekusi Keluarga Bayi Malang Dila Putri
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi malang Dila Putri ditemukan hidup telantar bersama nenek buyutnya Sumilah, 75 di Imogiri, Bantul. Bayi tiga bulan itu hanya diberi minum air teh oleh nenek buyutnya lantaran tak mampu membeli susu. Keluarga Dila (nenek Dila bernama Suwarni alias anak Sumilah) dikabarkan diusir dari Gunungkidul dan pindah ke Imogiri.
Tindakan persekusi alias main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga di Gunungkidul itu karena tidak terima ada bayi yang lahir dari hasil hubungan gelap di Pedukuhan Bibal Dusun Sumber Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Nahasnya, ibu Dila Suprihatin justru tak peduli dengan anaknya dan pergi meninggalkan Dila serta tak diketahui keberadaanya saat ini.
Kemudian di Imogiri, giliran Dila dan nenek buyutnya yang diusir keluarganya sendiri hingga ditemukan warga telantar di dekat terminal makam raja Imogiri pada Kamis (18/1/2018). Sumilah saat itu tengah menjual tiga helai jarik miliknya untuk biaya membeli susu cicitnya.
http://m.solopos.com/?p=886163">Baca juga : Kisah Pilu Nenek Renta Diusir dan Hidup Terlantar, Rawat Bayi Seorang Diri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Basarnas memusatkan pencarian jurnalis hilang di Sektor X selatan Gunung Anak Krakatau dengan area pencarian mencapai 6.024 NM persegi.
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Fornazari mencetak gol perdana untuk PSS Sleman, tetapi rela menukar gol tersebut dengan kemenangan Super Elja.
Aghniny Haque mempelajari bahasa isyarat arkais yang langka untuk memerankan Melor dalam film horor Malaysia, Khadam.