Beredar Video Sawer Murid SMP di Playen, Adegan Direkam di Ruang Kelas

19 Februari 2018 16:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Video asusila yang melibatkan sebelas siswa SMP di Kecamatan Playen viral di dunia maya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Video asusila yang melibatkan sebelas siswa SMP di Kecamatan Playen viral di dunia maya. Kasus ini pun sempat menghebohkan masyarakat di Gunungkidul.

Video berdurasi 38 detik ini merperlihatkan adegan yang tak seronoh di dalam sebuah ruangan sekolah. Di dalamnya, terdapat seorang gadis sebagai perekam dan seorang lagi sebagai gadis yang diduga adalah ES yang disawer. Sementara itu, sembilan siswa lainnya berperan sebagai penyawer.

Adegan ini diawali oleh gadis perekam yang mengambil sebuah bungkus rokok dan memasukan ke baju ES. Selanjutnya, ia pun berkata sawer kemudian diikuti oleh sembilan siswa lain memasukan uang kertas ke dalam baju dan ada yang memegang payudara.

Tak berhenti di sini, di saat ES mengeluarkan uang dan bungkus rokok dari dalam baju, ada siswa yang masih berusaha memegang payudara dan memasukan tangan ke baju yang bersangkutan.

Salah seorang warga Piyaman, Wonosari Anjar mengaku mendapatkan video asusila beberapa hari lalu melalui sebuah grup di WA. Ia pun mengaku kaget dengan isi video yang memperlihatkan adegan yang tidak baik. “Video ini sudah menjadi perbincangan di masyarkat,” katanya kepada wartawan, Senin (19/2/2018).

Ia pun mengaku prihatin dengan isi video. Terlebih lagi dalam adegan tersebut tidak ada yang merasa menyesal dan malah semua pemeran tertawa bersama. “Mungkin itu dianggap lucu, tapi sebenarnya merupakan hal yang tak pantas dilakukan dan diunggah ke media sosial,” ungkapnya.

Dari penelusuran yang dilakukan awak media, video asusila ini berasal dari salah satu SMP di Kecamatan Playen. Adapun lokasi penggambilan gambar berada di ruang kelas di sekolah tersebut. Video itu ramai diperbincangkan sejak 3 Februari lalu.

Kepala Sekolah tempat ES dan kawan-kawan bersekolah, Mursinah mengakui adanya ulah usil dari para siswa yang membuat video asusila. Pihak sekolah pun merasa kecolongan karena adegan tersebut dibuat di lingkup sekolah.

“Kejadiannya terjadi saat pergantian jam pelajaran. Rencanya pelajaran akan dilanjutkan ke perpustakaan, tapi para siswa tidak langsung menuju perpustakaan dan malah membuat video tersebut,” katanya.

Menurut dia, untuk penyelesaian kasus dilakukan dengan memberikan pembinaan. Selain itu, para orang tua juga dipanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. “Semua sudah dipanggil bersama wali murid untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ungkapnya.