Isu Agama Mudah Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik dan Ekonomi

20 Februari 2018 18:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) menyayangkan isu yang berkaitan dengan agama menjadi komoditas bagi pihak yang memiliki kepentingan politik dan ekonomi

 
Harianjogja.com, JOGJA-Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) menyayangkan isu yang berkaitan dengan agama menjadi komoditas bagi pihak yang memiliki kepentingan politik dan ekonomi. Dari hasil studi yang dilakukan, isu agama menjadi hal yang mudah dimanfaatkan untuk kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Direktur Pusham UII Eko Riyadi mengatakan, konflik yang mengatasnamakan agama yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia sebetulnya tidak ada korelasinya dengan agama. Hal itu terjadi karena ada pihak tertentu yang sengaja menggoreng isu untuk mencapai tujuan ekonomi dan politik mereka.

"Diakui, isu ini memang saat ini paling laku dan seksi untuk dimainkan. Namun, korbannya adalah masyarakat yang tidah tahu apa-apa. Kita harus melindungi hak asasi manusia dan toleransi yang ada," ujar dia ketika berkunjung ke Griya Harian Jogja, Jogja, Selasa (20/2/2018).

Ia mengatakan, kebebasan beragama jadi catatan di banyak tempat. Setelah Pusham UII melihat langsung ke lokasi dan menuliskannya dalam hasil riset, ditemukanlah sebuah kesimpulan besar. Adapun kesimpulan besar itu yakni sampai hari ini isu agama jadi isu yang paling laku untuk dimanfaatkan bagi kepentingan tertentu.

Eko menjelaskan, Pusham UII melihat ada pertemuan antara elit politik agama yang memanfaatkan sensitivitas itu. Selain itu, ditemukan variabel lain dari penelitian itu yakni untuk kepentingan bisnis. Politik dan pebisnis dinilai biasa bekerja sama dalam hal pragmatis untuk keuntungan masing-masing.

"Agar tidak terlalu terlihat, isu agama dimainkan. Isu ini merata. Kami ingin sampaikan, kita punya masalah kewargaan yang serius ketika tafsir ayat suci agama jadi tafsir ruang publik padahal kita punya konstitusi," papar dia.

Ia mengungkapkan, edukasi kepada masyarakat sangat penting sehingga masyarakat tidak mudah termakan isu yang tidak benar. Peran media massa terutama media mainstream sangat besar untuk menjaga keutuhan dan toleransi antarmanusia.

"Saya berharap, media mainstream bisa ikut menjaga keharmonisan dan toleransi. Utamanya kita harus melindungi masyarakat. Jangan sampai mereka menjadi korban," tutur dia.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengatakan, Harian Jogja memiliki misi yang serupa dengan Pusham UII untuk menjaga supremasi hukum dan toleransi. "Kami dukung usaha teman-teman Pusham dalam rangka menjaga keutuhan dan toleransi," ujar dia.