Alun-Alun Wates Ditata, 60 Ha Lahan Terdampak

20 Februari 2018 10:55 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Penataan Alun-Alun Wates meniru konsep tata ruang kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sekitar 60 hektare lahan di sekitar Alun-Alun Wates akan terdampak penataan yang mulai dilakukan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kulonprogo.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kabupaten Kulonprogo, Langgeng Raharjo mengatakan penataan itu dilakukan dalam rangka meningkatkan fungsi Alun-Alun Wates sebagai salah satu ikon dari Kulonprogo. Program penataan itu sendiri bernama Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Penataan itu, kata dia tetap mengacu pada fungsi Alun-Alun sebagai ruang publik yang dilengkapi dengan ruang terbuka hijau (RTH), taman, dan kantor pemerintahan. Dalam pemetaan, penataan akan dimulai dari sebelah timur kompleks Pemkab Kulonprogo hingga Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates. Setelah itu, penataan dilanjutkan ke arah barat atau sisi belakang Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Kulonprogo sampai Gereja Katolik Santa Maria Bunda Penasihat Baik dan pelintasan kereta api di sisi barat Alun-Alun Wates.

Dia mengatakan penataan ini akan diikuti dengan pemindahan beberapa bangunan milik pemerintah, seperti Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Rutan Kelas II B Wates, Bank BRI, klompleks Makodim 0731 Kulonprogo, SD Percobaan 4 Wates, SMPN 1 Wates, serta lapangan tenis.

"Alun-Alun Wates tetap di lokasi yang sama. Di sebelah timur nantinya ada kantor pemerintahan dan taman. Kantor Dinkes akan dijadikan sebagai pujasera. Semua pedagang kaki lima yang selama ini ada di sekitar alun-alun akan dipusatkan di tempat tersebut," kata dia, Senin (19/2/2018).

Selain itu, sebagian lahan Rutan Kelas II B Wates nantinya akan diubah menjadi masjid, sedangkan sisa lainnya dimanfaatkan sebagai kantong parkir kendaraan bersama kompleks Makodim dan Bank BRI di sisi kanan. Sementara, Gedung SD Percobaan 4 dan SMP N 1 Wates akan direlokasi di kawasan pendidikan terpadu.

Dia mengatakan penataan Alun-Alun Wates tersebut meniru konsep tata ruang kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Alun-alun yang berhadapan dengan Rumah Bupati dan di belakangnya ada permukiman-permukiman, penataan ini meniru Kraton yang di belakangnya terdapat hunian para abdi dalem.

ÔÇťAspek ketahanan dan keamanan kota juga dipertimbangkan. Diharapkan Makodim yang baru ada di sebelah barat, mengingat di sebelah timur sudah ada Mapolres.