MENYAPA PROGO : Dengan Menulis, Gadis Ini Merasa Lebih Hidup

21 Februari 2018 23:20 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Bagi sebagian orang, menulis adalah aktivitas yang menyenangkan dan membuat mereka ketagihan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Bagi sebagian orang, menulis adalah aktivitas yang menyenangkan dan membuat mereka ketagihan. Tak jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh Dyar Ayu Budi Kusuma.

Putri dari Pratomo Budi Priambodo dan Arie Kusumaningrum ini begitu antusias ketika mengisahkan kecintaannya terhadap aktivitas menulis. Ia mengaku suka menorehkan ide dan pemikirannya lewat tulisan sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Bagi Dyar, menulis adalah sebuah perjuangan yang bisa membawa sang penulis menuju keabadian. Maksudnya, sekalipun nantinya raga akan mati, selama seseorang itu menulis dan tulisan tersebut masih ada, maka orang itu akan selalu dikenang dan dikenal orang lain.

"Menulis juga membuat saya jadi punya 'sesuatu' untuk dibanggakan," ujarnya, Minggu (18/2/2018).

Dara yang tinggal di Mutihan, Wates ini, memiliki banyak sumber inspirasi untuk menjadi materi tulisan. Misalnya saja dari curhatan teman-temannya, dari buku yang ia baca, bahkan dari drama Korea yang ia nikmati. Bagi Dyar, ide bisa datang dari banyak hal yang sederhana dalam hidup.

Sesuatu yang dianggap remeh oleh banyak orang, bisa saja menjadi satu tulisan yang asik. Biasanya, saat membaca dan menonton film, ia menemukan sejumlah kalimat yang bagus atau menyentil. Ia akan berusaha mencari alur cerita yang bisa dihubungkan dengan kalimat tersebut.

Mantan salah satu penulis lepas ini kerap menulis fiksi berupa cerpen dan puisi romansa, serta membagikan opininya dalam sebuah blog pribadi dyarabk.blogspot.com. Cerpen dan puisi hasil karyanya pernah dibukukan dalam dua buah antologi terpisah, pada akhir tahun lalu. Belum lagi, ada beberapa karyanya yang terserak di dalam halaman-halaman surat kabar.

Penyuka karya Nabila Inaya, J.K. Rowling dan Windry Ramadhina ini, selain aktif menulis secara mandiri juga mengikuti komunitas AksaraKu. Sebuah komunitas yang digawangi oleh anak-anak muda Kulonprogo yang suka menulis dan ingin memperkenalkan Kulonprogo kepada khalayak luas, lewat beragam karya tulisan.

"Senang bisa memiliki banyak teman yang memiliki kesukaan yang sama, sehingga jadi lebih banyak memiliki teman untuk bertukar pikiran," ungkap dara kelahiran 12 Agustus 1996 itu.

Tak memiliki darah seorang penulis, Dyar yang suka masak ini begitu bersyukur memiliki orang tua yang mendukung aktivitas menulisnya. Bahkan mereka yang selalu rajin mengingatkan Dyar agar tidak lekas puas dengan hasil karyanya.

Dukungan dari banyak orang ini, membuat Dyar juga memiliki keinginan, agar anak muda Kulonprogo juga bisa konsisten berkarya dengan cara menulis.

"Apapun jenis tulisan mereka, disukai atau belum, asalkan tulisan itu tidak menyakiti orang lain, menulis harus tetap menulis. Dengan menuangkan ide, kita bisa mengeksplorasi apa yang ada di benak kita, kita bisa berkembang," imbuh Dyar, yang kini juga sedang sibuk mengembangkan usaha kulinernya.