Dukung Pertanian Bawang, Playen akan Bangun Bendungan

22 Februari 2018 17:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pemerintah Desa Playen, Kecamatan Playen rencananya tahun ini akan membuat bendungan untuk saluran irigasi

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Desa Playen, Kecamatan Playen rencananya tahun ini akan membuat bendungan untuk saluran irigasi. Total biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan program tersebut mencapai Rp260 juta.

Kepala Desa Playen, Surahno mengatakan, program pembangunan bendungan yang dimiliki merupakan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul. Rencananya, pembangunan mulai dilakukan pada April mendatang dengan membendung aliran Sungai Mojosari.

“Sudah kami persiapkan. Untuk pembangunan bendungan diberikan anggaran Rp260 juta dari pemkab,” kata Surahno saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/2/2018).

Menurut dia, pembangunan bendungan itu untuk memaksimalkan potensi pertanian di Desa Playen. Rencananya keberadaan bendungan dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya bawang merah dan bawang putih.

“Sebenarnya untuk pemanfaatan tidak hanya dua komoditas itu, tapi komoditas yang lain juga dapat dikembangkan. Oleh karenanya, mudah-mudahan pembangunan tidak ada halangan sehingga dapat digunakan untuk aliran irigasi, khususnya saat musim kemarau,” ujarnya.

Surahno menjelaskan, dari sisi potensi, Desa Playen masih bergantung pada komooditas pertanian. Selain itu, tanaman pokok seperti padi, jagung dan kedelai, wilayah desa ini menjadi sentra penghasil aneka sayuran dan sorgum.

“Memang kita memiliki potensi lain seperti kerajinan tangan, olahan makanan ringan, tapi dari sisi produktivitas hasilnya tidak sebesar dari pertanian,” katanya lagi.

Dia pun berharap pembangunan bendungan ini dapat memaksimalkan potensi pertanian di wilayah Desa Playen sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

“Untuk sekarang kami masih fokus di masalah pertanian, tapi ke depannya juga akan mengembangkan potensi salah satunya dengan membentuk pasar desa. Tujuannya agar hasil bumi yang dipanen dapat dijual di pasar tersebut,” imbuh Surahno.

Salah seorang pentani di Desa Playen, Muji mengaku mendukung upaya pembangunan bendungan. Ia berharap, program tersebut tidak hanya sebatas simbolisasi, namun dapat memberikan manfaat, khusunya dalam rangka peningkatan potensi pertanian yang ada di masyarakat.

“Mudah-mudahan dengana bendungan itu maka petani dapat panen padi setahun tiga kali,” ungkapnya.