Permen Susu Penyebab 9 Siswa Keracunan Diuji Lab

22 Februari 2018 18:40 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Penjual diminta cek masa kedaluarsa produk makanan yang diperdagangkan.

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kepolisian Sektor (Polsek) Temon, Kulonprogo melakukan uji laboratorium terhadap permen susu yang menyebabkan sembilan anak SD Maarif Nurul Jannah di Dusun Jomboran, Desa Janten keracunan.

"Telah melakukan pengecekan ke lokasi, dan mengambil sisa ke Markas Komando, namun Pihak Puskesmas [Temon II] telah meminta sisa permen untuk di uji," kata Kapolsek TemonĀ  Komisari Polisi (Kompol) Setyo Heri Purnomo, Kamis (22/2/2018).

Sebelumnya saat melakukan pengecekan ke lokasi, petugas mendapatkan sebanyak sembilan anak mengalami pusing dan mual akibat keracunan permen rasa susu itu. Sedangkan 11 siswa lainnya selamat dari keracunan.

"Dimungkinkan adanya kondisi tubuh siswa yang lemah, dan benda itu bermasalah,kami juga mencoba saya juga sempat mengonsumsi, saya kunyah dan telan tidak merasakan apapun, tetapi kami menunggu hasi laboraturium," tuturnya.

http://m.harianjogja.com/?p=896568">Baca juga : 9 Siswa SD di Kulonprogo Pusing dan Mual, Diduga Keracunan Permen Susu

Setyo Herijuga meminta pemilik warung penjual permen untuk mengecek masa kedaluarsa barang dagangannya sebelum dijual. Sebisa mungkin untuk tidak membeli produk dari tempat grosir yang sama. "Saat ke sana sudah tidak ada lagi permennya, karena itu yang terakhir, serta saya sudah memberikan saran," ujar dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno, mengungkapkan dirinya telah menerima laporan terkait adanya kasus keracunan. Dinas Kesehatan juga tengah melakukan pengujian zat yang terkandung dalam permen susu tersebut.
"Masih dalam proses penyelidikan di lapangan oleh Puskesmas," katanya.