Menteri Jonan Janji Modernisasi Alat Pemantau Aktivitas Gunung

23 Februari 2018 21:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berjanji melaksanakan modernisasi alat pemantau aktivitas gunung api di Indonesia

Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berjanji melaksanakan modernisasi alat pemantau aktivitas gunung api di Indonesia.

Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan masyarakat. Sebab, Indonesia memiliki 127 gunung berapi, dan lima di antaranya hampir pasti meletus setiap tahun.

Jonan mengatakan, modernisasi peralatan pengamatan gunung api harus terus dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman. Modernisasi diperlukan untuk mengetahui waktu dan sifat letusan.

"Kami pelan-pelan modernisasi peralatan pemantauan, kemudian alat-alat analisa bebatuan. Ini bertahap. Kalau mau dimodernisasi semua ya bisa, [tapi] mungkin anggarannya juga harus dipadatkan. Sebenarnya peralatan pemantuan gunung itu revolusi dari teknologi yang sudah ada. Kalau sekarang kan sudah pakai internet," ucapnya saat berkunjung ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api (BPPTKG) di Jogja, Jumat (23/2/2018).

BPPTKG, ucap Jonan, memiliki peran yang krusial, karena berfungsi sebagai pusat pelayanan teknologi dan peralatan pemantuan gunung berapi di seluruh Indonesia. Oleh karena itulah ia meninjau tempat tersebut.

"Kalau menurut saya ini sudah rapi, tapi kalau modernisasi ya harus terus. Saya kira Badan Geologi juga terus memodernisasi peralatan-peralatannya. Alat yang dulu sifatnya hanya mekanis, kan banyak yang [dipasang] sebagai artefak lah ya," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Mantan Menteri Perhubungan itu juga sempat meminta BPPTKG untuk memasang sebagian peralatannya di Gunung Sinabung. Ia menyatakan meskipun gunung itu tidak setiap hari meletus, tapi secara berkala selalu erupsi. Karena itu dirinya menginginkan pemantauan dilakukan secara lebih baik.

Kepala BPPTKG I Gusti Made Agung Nandaka sepenuhnya mendukung apa yang disampaikan Menteri ESDM. Modernisasi bisa dilakukan pada peralatan pemantau tingkat suhu kawah dan aktivitas gempa vulkanik yang terhubung dengan internet.